Asas-Asas Kurikulum (Bagian 1)

 

Kurikulum merupakan bagian terpenting sebuah lembaga pendidikan yang mengharuskan memiliki asas-asas sebagai pedoman dalam kurikulum tersebut. Apapun jenis kurikulumnya dipastikan akan mendapatkan reaksi yang bertentangan sehingga memerlukan seleksi dalam penetapannya.

Mengembangkan kurikulum pada suatu lembaga pasti memeiliki ciri khas dan perbedaan dengan kurikulum lembaga lainnya atau juga memiliki persamaan. Kita bisa menilai apakah kurikulum di negara kita ini bersifat otoriter, demokrasi, sekuler atau memiliki sifat lain, tergantung kepada sistem yang dianut bangsa itu sendiri, oleh sebab itu lembaga pendidikan harus memiliki asas-asas kurikulum sebagai pedoman dalam menentukannya.

Asas Filosofis

Asas Filisofis Definisi dari filsafah bisa diartikan cinta dan kebajikan, falsafah juga bisa diartikan sebagai ilmu yang berusaha memahami segala hal yang muncul di dalam keseluruhan lingkup pengalaman manusia, yang berharap bisa mengerti dan memahami serta memiliki pandangan menyeluruh secara sistematis mengenai alam semesta dan tempat manusia di dalamnya.

Sebagai pengembang kurikulum tidak diharuskan untuk mempelajari semua bidang filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan yang mana kita bisa mengkaji satu demi satu tentang metafisika, aksiologi, epistemologi, etika, estetika dan logika untuk merumuskan kurikulum yang tepat di lembaga pendidikan. Pengembang kurikulum akan memiliki dasar yang kuat tentang rumusan filsafah di atas, dan akan memberikan dasar yang kuat pula dalam mengambil suatu keputusan yang tepat.

Prinsip dari pendidikan itu pada dasarnya bersifat normatif yang ditentukan oleh sistem nilai yang dianut, serta tujuan pendidikan untuk membina warga negara yang baik dan norma-norma yang baik tersebut tercantum dalam falsafah bangsa. Maka dalam asas ini kembali kepada cinta dan kebijakan yang memegang rumusan falsafah yang telah dijelaskan diatas.

Pertama Falsfah Bangsa mempersatukan beragam pandangan yang ada pada masyarakat kedalam satu kerangka pemikiran yang konsisten sehingga dapat disetujui oleh semua kalangan.

Kedua Falsfah Lembaga Pendidikan, akan merujuk kepada satu ideologi pancasila yang diakui tegas dan telah diterima oleh bangsa indonesi. Dalam konteks ini pancasila dijadikan pedoman untuk mengembangkan pandangan-pandangan sesuai dengan misi lembaga pendidikan.

Ketiga Falsfah Pendidikan, sebagai pengembang kurikulum dapat kita sampaikan bahwa penggerak dalam sebuah lembaga adalah pendidik dimana peranan mereka yang akan ikut andil untuk ketercapaiannya sebuah tujuan, para pendidik akan merencanakan perencanaan, pengorganisasian dan penyampaian pelajaran yang dirumuskan dalam kurikulum sekolah, kurikulum yang baik akan tidak berjalan dengan baik apabila falsafah pendidikan berbeda-beda dalam memahaminya.

Asas Sosiologis

Asas Sosiologis menerapkan sebuah sistem moral kepada masyarakat, tentu saja dalam konteks ini pendidik memiliki peran di lembaga pendidikan sehingga menanamkan moral kepada peserta didik adalah keharusan yang terus ditekankan. Pada asas ini individu-individu memiliki sifat rakus dan suka mementingkan diri sendiri karena people in society menekankan pada pendapat tentang kemanusiaan bahwa ada satu hal yang penting yaitu menjaga diri untuk menaati peraturan, jika tidak maka akan timbul kekacauan.

Menekankan tindakan nyata kepada masyarakat baik diluar atau di dalam lingkungan pendidikan yang dapat mengubah masyarakat. Karena itu sewajarnya pendidikan memperhatikan aspirasi masyarakat dan memberikan jawaban-jawaban atas tekanan yang datang dari kekuatan sosio-politik-ekonomi yang dominan.

 

Related posts