Apakah Berbeda, Antara Iblis dan Setan dari Berbagai Perspektif?

Beda Iblis dengan Setan dalam Beberapa Sisi
Beda Iblis dengan Setan dalam Beberapa Sisi

Banyak pertanyaan tentang iblis dan setan. Misalnya setan dan iblis sebenarnya berbeda atau sama? Kalau sama, mengapa kata setan di dalam Alquran selalu disebutkan dalam bentuk plural atau jamak? sementara kata iblis mengapa senantiasa dalam bentuk singular atau tunggal? Kalau berbeda, lantas perbedaannya dalam hal apa saja?

Beda iblis dengan setan dapat dilihat dari berbagai sisi, dari sisi etnis misalnya. Iblis merupakan nenek moyang bangsa jin, hal ini berlandaskan dalam firman Allah SWT :

Read More

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ ٱلْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِۦٓ ۗ

“Dan ingatlah ketika kami (Allah) berfirman kepada malaikat sujudlah kalian semua kepada Adam maka semua sujud kecuali iblis. Dia adalah golongan dari bangsa jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya…” (Al-kahfi [18]:50)

Sedangkan setan tidak semuanya dari kalangan bangsa jin, karena setan ada juga dari kalangan bangsa manusia. Allah SWT berfirman :

وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا شَيَٰطِينَ ٱلۡإِنسِ وَٱلۡجِنِّ…

“Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin..” (Al an’am [6]:112)

Perlu kita ingat, surah Annas juga menjelaskan hal tersebut, lihatlah ayat terakhirnya,“Katakanlah ya (Muhammad) aku berlindung kepada Rabb (Tuhan) yang memelihara dan menguasai, sesembahan manusia dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi yang membisikan kejahatan ke dalam dada manusia dari (golongan) jin dan manusia”.

Maka tidak ada sebetulnya  “iblis manusia” yang ada ada hanyalah “setan manusia”. Dari sisi jumlah, iblis sejak diciptakan hingga kiamat tidak pernah lebih dari satu. Sedangkan setan jumlahnya tidak terhitung, baik setan manusia, maupun lebih-lebih setan jin. Di dalam Alquran dan hadist, kata iblis tidak pernah tertulis dalam bentuk jamak, melainkan selalu tunggal. Sedangkan kata setan selalu tertulis dalam bentuk jamak Asy-Syayathin.

 

Dari sisi kejahatan, iblis dan setan sama-sama jahat. Bukan setan namanya kalau tak jahat bukan? Ketika iblis memperdayai manusia, Allah menamakannya setan.

Dari sisi cara kerja, setan manusia wujudnya dapat dilihat, suaranya dapat didengar, dan kiprahnya dapat dipantau. Sedangkan setan iblis tidak, kecuali dalam kondisi tertentu, yaitu ketika menjelma menjadi manusia ular atau makhluk lain.

Dari sisi mana yang lebih berbahaya, setan manusia jauh lebih berbahaya. Misalnya mereka mampu membuat senjata super canggih untuk menghabisi umat manusia, mereka juga dapat menuduh sebuah negara menyimpan senjata pemusnah massal, lalu memerangi negara itu sampai hancur lebur. Nau’dzubillahimindzalik.

Namun demikian, setan iblis ada pula keunggulannya, antara lain memperdayai manusia bukan hanya ketika manusia bangun, tetapi juga saat tidur. Misalnya dengan cara yang tak dapat dijabarkan. Manusia dapat dibuatnya bermimpi buruk ketika tidur. Dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan, “Mimpi yang baik dari Allah, sedangkan mimpi yang buruk dari setan. Maka bila salah seorang diantara kalian bermimpi buruk, maka berpalinglah kekiri dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatan Nya, sehingga mimpi buruk itu tidak akan memberinya bencana.”

Ada perbedaan lain lagi antara setan manusia, setan jin, dan setan iblis. Jika setan manusia tak berlari menjauh ketika mendengar adzan di waktu shalat, akan tetapi setan iblis akan menjauh. Mengenai tentang apa sebab setan pergi menjauh ketika mendengar kumandang adzan, hal ini tidak ditemukan penjelasan yang konkret dan tegas dari Nabi. Diperkirakan, bukan semata-mata karena faktor kalimat tauhid yang dikumandangkan, melainkan terutama karena keikhlasan hati Sang muadzin, artinya andaikata adzan itu dikumandangkan hanya melalui kaset, hampir dapat dipastikan setan tidak akan berlari menjauh, sebab kaset tidak mempunyai roh, tak lebih hanya merupakan hasil gesekan komponen-komponen pesawat tape recorder.

Suara rekaman hampir dapat dipastikan tidak berpengaruh untuk mengusir setan. Seperti yang dimaksud dalam riwayat Muslim yang lain, “Sesungguhnya apabila setan mendengar adzan salat, ia bersembunyi mencari perlindungan. Sehingga suara azan itu tidak terdengar lagi, tetapi apabila setan itu mendengar iqomah ia menjauh lagi. Sehingga suara iqomah itu tak terdengar lagi. Namun apabila iqomah berakhir, setan kembali lagi lalu melakukan waswasah yaitu membisikkan bisikan jahat”. (Shahih Muslim dari Abu Hurairah RA)

 

Kemudian di dalam hadis dari Abu Hurairah RA tersebut, dikatakan bahwa “Apabila adzan salah dikumandangkan, setan lari terbirit-birit sambil terkentut-kentut, sehingga suara azan tak terdengarnya lagi. Bila adzan berakhir, setan muncul lagi. Akan tetapi ketika iqamah dikumandangkan ia menjauh lagi, namun ketika iqomah berakhir ia pun muncul lagi, lalu mengacaukan pikiran orang yang salat dengan mengatakan ingat itu, ingat ini, terhadap apa yang sebelumnya tak diingatnya. Akibatnya seseorang tidak ingat lagi beberapa rakaat yang sudah dikerjakannya tersebut.

Beda lagi antara setan manusia dan setan iblis yang dapat mendatangi manusia dari empat penjuru. Ketika Allah memperkenankan permohonan iblis agar diberi kesempatan hidup sampai kiamat, iblis berkata kepada Allah :

قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِى لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٰطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ. ثُمَّ لَاٰ تِيَنَّهُم مِّن بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَعَن شَمَآئِلِهِمۡ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَٰكِرِينَ

“Karena engkau, ya Allah, telah memvonisku saat aku akan menyesatkan mereka keturunan Adam dari jalan-mu yang lurus, kemudian akan aku datangi mereka dari sebelah depan, dari sebelah belakang, dari sebelah kanan, dan dari sebelah kiri mereka, dan tidak akan engkau temukan kebanyakan mereka bersyukur” (Al-A’raf [7]:16-17)

Segala cara dan jalan dapat ditempuh setan untuk menggelincirkan manusia kepada dosa. Orang yang tak dapat digelincirkan melalui harta bisa digelincirkannya melalui jalan ria, pamer. Misalnya yang bersangkutan dibuat agar jatuh kepada dosa pamrih mengharapkan pujian dalam berbuat kebajikan.

Kemudian dari segi waktu, tak ada saat beristirahat bagi iblis dan semua bala tentaranya para setan dalam upaya memperdayai keturunan Adam. Ini kita ketahui dari hadis yang diriwayatkan Ahmad, yaitu ketika iblis bersumpah kepada Allah “Demi keagungan-Mu wahai Rabb, aku tidak akan berhenti menyesatkan hamba-hamba-Mu selama arwah mereka masih berada di dalam jasad mereka.” Tetapi bersyukurlah Allah menjawab, “Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, aku pun tidak akan berhenti mengampuni mereka selama mereka masih memohon ampunan-Ku”.

Berdasarkan hadis qudsi ini, dapat dikatakan tidak ada saat beristirahat bagi setan iblis dalam upayanya memperdayai manusia. Semoga Allah ta’ala memberi kita taufiq dan hidayah serta kemampuan untuk dapat melaksanakan perintah-Nya, termasuk perintah mengalahkan kejahatan setan iblis yang terdapat di dalam diri kita.

Wallahu’alambisshawwaab.

 

 

Related posts