Cara Paling Ampuh Belajar Bahasa Arab

Beberapa hari lalu lughotuna.id telah sukses menggelar acara seminar series yang diisi oleh Dr. Ameer Waleed al-Siba’i dari Mother Tongue Institute Abu Dhabi. Kegiatan ini diinisiasi oleh Duktur Muhajir yang dalam acara tersebut berperan sebagai moderator sekaligus. Melaksanakan seminar online melalui aplikasi lark meeting berjalan dengan cukup lancar dari awal sampai akhir. Di akhir acara tidak sedikit peserta yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Bagi penulis sendiri ada kesan khusus yang tertangkap di tengah-tengah keasyikan berdiskusi dengan Dr. Ameer. Salah seorang peserta menanyakan kepada pemateri tentang cara yang lebih baik dalam mempelajari bahasa Arab. Pertanyaan ini sebenarnya cukup klasik dalam diskusi-diskusi pembelajaran bahasa Arab. Namun tetap cukup menarik untuk terus dicermati jawaban dan argumentasi dari setiap orang yang memberikan jawabannya.

Read More

Ketika menjawab pertanyaan tersebut, Dr. Ameer mengatakan bahwa ia kurang begitu memahami ke mana arah pertanyaan dari si penanya. Namun ia mengatakan bahwa cara paling ampuh dalam mempelajari bahasa Arab adalah dengan latihan menggunakan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa alternatif atau variasi lain bisa dicoba seperti satu hari tertentu full berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Baik itu di kampus, di rumah, di kantor atau di manapun. Dengan sendirinya kita akan mulai akrab dan terbiasa dengan bahasa Arab dan semakin berlanjut dalam mendalaminya.

Apa yang disampaikan oleh Dr. Ameer ini sebenarnya melemparkan memori penulis ke masa sekitar beberapa tahun lalu. Saat penulis menjadi mahasiswa pasca sarjana bahasa Arab di Yogyakarta. Dr. Muhammad Amin, dosen maharat al-lughoh penulis saat itu menjelaskan bahwa orang belajar bahasa Arab seperti orang hendak belajar berenang. Dalam dunia pe-renang-an, bila yang dipelajari hanya teori-teori melulu tanpa praktik maka akan sulit membuat seorang pembelajar bahasa Arab menjadi mahir.

Seorang perenang harus terjun ke dalam kolam lalu belajar menggerakkan tangan dan kakinya untuk bisa mempertahankan keseimbangan dan menjaga agar tubuh tidak tenggelam. Bahkan setelahnya belajar untuk bisa bergerak ke arah maju mundur dan lainnya. Bahkan setelah itu mengganti gaya berenangnya dengan berbagai macam gerakan.

Pun orang yang belajar bahasa Arab, bila waktu belajarnya hanya dihabiskan dengan mempelajari teori namun tidak pernah mempraktikkan langsung bahasa Arabnya dalam kehidupan sehari-hari maka jelas akan sulit mendaki tangga kemahiran berbahasanya. Tak mengapa salah, tak mengapa keliru yang penting dari situ kita jadi belajar mana yang benarnya dan mana yang kurang benarnya. Buang jauh-jauh virus gengsi atau bakteri rasa malu.

Baik itu Dr. Amir Walid atau Dr. Muhammad Amin, keduanya memiliki pandangan yang serupa dalam cara mempelajari bahasa Arab. Meskipun berasal dari generasi yang berbeda, dan geografis yang tak sama. Namun keduanya memiliki pandangan yang sama dalam hal ini. Adapun untuk Dr. Muhammad Amin almarhum, lahul fatihah.

Related posts