Di antara Orang Tua Kandung dan Orang Tua Angkat

orang tua kandung atau orang tua angkat
orang tua kandung atau orang tua angkat

Di antara Orang Tua Kandung dan Orang Tua Angkat. Menjadi orang tua merupakan tanggung jawab agung yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang tua. Hal ini dikarena kelak hak dan kewajiban dari timbal balik hubungan tersebut akan dipertangung jawabkan di yaumul akhir.

Sudah menjadi keharusan untuk menafkahi, mendidik dan, merawat anak. Tentu dengan seluruh kemampuan yang dimiliki, agar anak mendapatkan tempat ternyaman di hidupnya.

Namun terkadang, ada juga orang tua yang tega membuang anaknya sejak kecil. Tanpa mereka sadari bahwa dirinya telah menutup rezeki yang dijanjikan oleh Allah SWT.

Baca juga: Ketahanan Pangan Ketahanan Nasional

Nasib tidak Ramah Anak

Di antara Orang Tua Kandung dan Orang Tua Angkat. Setiap harinya, secercah harapan hidup terus dipikirkan anak yang telah ditelantarkan oleh orang tuanya. Mereka hidup lontang-lantung serta berusaha bangkit dari nasib yang dideranya. Raga mereka berucap kuat, namun batinnya gugur,  dipenuhi dambaan hidup bahagia bersama orang tuanya.

Keadaan mental dan psikis anak seperti ini sangat terombang ambing. Karena di satu sisi menginginkan kasih sayang orang tua, di sisi lain meluap kemarahan kepada nasib dirinya. Kepedihan hidupnya telah memupuk kekesalan kepada orang tua karena telah menyia-nyiakannya.

Pengadopsian anak menjadi jalan final bagi pasangan yang tidak mempunyai keturunan. Dalam hal ini otomatis tanggung jawab mengasuh anak jatuh ketangan orang tua angkatnya. Baik dari segi pendidikan, agama dan sosialnya.

Nasab dalam Keluarga Islam

Tetapi, tahukah kalian bahwa Islam tidak boleh menjadikan anak angkat sebagai anak kandung atau mengubah nasabnya? Memang hukum Islam membenarkan pengangkatan anak asalkan anak tersebut tidak memutus hubungn darah. Selain itu tidak juga menjadi ahli waris dan tidak menjadi wali nikah di pernikahan saudara angkatnya.

Anak akan merasa bersyukur mendapati dirinya yang dibuang orang tua kandung namun menemukan keluarga angkat yang baik. Semakin tumbuh dewasa anak,  rasa tentang hutang budi terhadap pengorbanan serta materi yang diterimahnya juga semakin tumbuh.

Biasanya anak angkat akan menyayangi  dengan tulus bahkan rela berkorban demi orangtua angkatnya. Kepedulian yang seperti ini merupakan bentuk hormat yang mampu memberi ketenangan hati bagi si anak.

Lalu apakah masih perlu menghormati orang tua kandung yang tidak menafkahi? Tidak ada sebutan “bekas orang tua kandung”! Meskipun tidak pernah measakan kasih sayang selama ia bertumbuh dan berkembang , tetap saja garis keturunannya akan terus melekat hingga meninggal.

Nasab Abadi

Terlebih lagi bagi ibu yang sudah bersusah payah mengandung dan melahirkan seperti dijelaskan pada QS. al-Ahqaf :15

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).

Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim“.

Ayat di atas berisi perintah agar selalu berbuat baik kepada orang tua terutama bagi ibu yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan. Sehingga wajib untuk menghormati, berbicara halus dan selalu membantu mempermudah urusannya.

Walaupun anak dihidupi oleh orang lain, tetap saja menghormati orang tua kandung itu wajib hukumnya. Karena nasab yang ada pada dirinya tidak bisa diubah hingga anak cucunya kelak. Terutama kapada seorang ibu yang selama 9 bulan menjaga malaikat kecil dirahimnya itu. Di mana pada kemudian hari dilahirkan dengan darah dan ketuban yang menjadi saksi berjuangan seorang ibu.

Saling Memaafkan

Maka sejahat-jahatnya orang tua kandung, tetaplah hal yang paling utama adalah menghormatinya. Meskipun rasa sayang tercurahkan seutuhnya kepada orang tua angkat yang telah membesarkannya.

Kewajiban anak kepada orang tuanya menjadi hal yang harus dilakukan. Orang tua kandung tetap wajib untuk dihormati sebagaimana  mestinya. Meskipun hak anak tidak terpenuhi, orang tua yang mendzolimi anaknya akan ditagih pertanggung jawaban sendiri dari Allah SWT.

Islam mengajarkan agar saling memaafkan dan tidak menyimpan dendam dengan sesama. Apalagi kepada orang tua kandungnya, karena di balik perbuatan orang tua pasti ada hal yang melatar belakanginya.

Baca juga: Wanita Berselimut Duri Simbol Ketahanan dan Kekuatan

 

Izza Nuzilatul Laili, kelahiran Gresik 16 Desember 2002, sekarang tinggal di kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, seorang Mahasiswa di Universitas Islam Negeri Surabaya.

Related posts