ESAI DALAM KARYA TULIS ILMIAH

Esai dalam Karya Tulis Ilmiah
Gambar dikutip dari https://storyblok-cdn.ef.com/f/60990/750x420/73e3a1d5c5/write-your-own-argumentative-essay-750x420.jpg

ESAI DALAM KARYA TULIS ILMIAH

Dunia karya tulis ilmiah dalam perkembangannya semakin maju. Bagi akademisi atau penulis, esai merupakan hal yang harus dikuasai dalam menyampaikan ide atau gagasannya mengenai isu atau topik tertentu dengan cara yang benar dan mudah difahami.

Namun pada realitasnya banyak dari para akademisi atau penulis ketika membuat essai masih kesulitan. Beranjak dari hal tersebut, maka akan dijelaskan mengenai essai. Suatu karya tulis ilmiah tanpa dilengkapi dengan essai bagaikan “nasi tanpa sayur”. Berikut kami sajikan beberapa langkah dalam penulisan essai.

Apa sih yang dimaksud dengan Esai?

Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas melalui sudut pandang pribadi penulisnya (Depdikbud, 1997: 270). Sebuah esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal menggunakan pendekatan yang serius.

Karya ilmiah esai dasar dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek. Inti esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek. Bagian akhir konklusi yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek.

Apa aja sih Jenis-jenis Esai???

Adapun Jenis-jenis esai sebagai berikut.

  • Esai Deskriptif

Esai deskriptif biasanya bertujuan menciptakan kesan tentang seseorang, tempat, atau benda. Bentuk esai ini mencakup rincian nyata untuk membawa pembaca pada visualisasi dari sebuah subyek. Rincian pendukung disajikan dalam urutan tertentu (kiri ke kanan, atas ke bawah, dekat ke jauh, arah jarum jam, dll). Pola pergerakan ini mencerminkan urutan rincian yang dirasakan melalui penginderaan.

  • Esai Ekspositori

Esai ini menjelaskan subyek ke pembaca. Biasanya dilengkapi dengan penjelasan tentang proses, membandingkan dua hal, identifikasi hubungan sebab-akibat, menjelaskan dengan contoh, membagi dan mengklasifikasikan, atau mendefinisikan. Urutan penjelasannya sangat bervariasi, tergantung dari tipe esai ekspositori yang dibuat. Esai proses akan menyajikan urutan yang bersifat kronologis (berdasarkan waktu); esai yang membandingkan akan menjelaskan dengan contoh-contoh; esai perbandingan atau klasifikasi akan menggunakan urutan kepentingan (terpenting sampai yang tak penting, atau sebaliknya); esai sebab-akibat mungkin mengidentifikasi suatu sebab dan meramalkan akibat, atau sebaliknya, mulai dengan akibat dan mencari sebabnya

  • Esai Naratif

Menggambarkan suatu ide dengan cara bertutur. Kejadian yang diceritakan biasanya disajikan sesuai urutan waktu. Esai persuasif bersuaha mengubah perilaku pembaca atau memotivasi pembaca untuk ikut serta dalam suatu aksi/tindakan. Esai ini dapat menyatakan suatu emosi atau tampak emosional. Rincian pendukung biasanya disajikan berdasarkan urutan kepentingannya. Adapun contoh esai naratif yaitu esai tentang virus corona.

  • Esai Dokumentatif

Memberikan informasi berdasarkan suatu penelitian di bawah suatu institusi atau otoritas tertentu. Esai ini mengikuti panduan dari MLA, APA, atau panduan Turabian.

Apa aja sih Ciri-ciri Esai???

Adapun ciri-ciri esai adalah sebagai berikut.

  1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.

  2. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.

  3. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.

  4. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.

  5. Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.

  6. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.

Bagaiamana Struktur Esai?

Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf:

1. Paragraf Pertama

Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca diperkenalkan pada tiga paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik.

2. Paragraf Kedua sampai keempat

Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Kalimat pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-masing sub topik.

3. Paragraf Kelima (terakhir)

Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca.

Bagaimana Langkah-langkah Membuat Esai

Adapun langkah-langkah dalam pembuatan esai yaitu :

1. Tentukan Topik

Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap untuk menuju langkah berikutnya. Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia”. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda bisa melanjutkan ke langkah.

2. Buatlah outline atau garis besar ide-ide anda

Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang terorganisir, yakni :

   a). Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas.

   b). Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya.

   c). Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud. Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik. Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca. Kemduian Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut

   d). Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama.

3. Tuliskan tesis anda dalam kalimat yang singkat dan jelas

Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:

     a). Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia.

     b). Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.

4. Tuliskan inti tesis anda.

     a). Mulailah dengan poin-poin penting

     b). Kemudian buatlah beberapa sub topik

     c). Kembangkan sub topik yang telah anda buat. Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.

Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:

    1). Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”.

    2). Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.

    3). Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi.

    4). Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.

5. Buatlah paragraf pertama (pendahuluan)

      a). Mulailah dengan menarik perhatian pembaca

           i. Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu   benar-benar baru untuk pembaca anda, namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda buat

           ii. Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang anda maksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, anda harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati.

           iii. Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin anda.

      b). Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis anda.Tutup paragraf anda dengan pernyataan tesis anda.

6. Tuliskan kesimpulan

Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas) yang menggambarkan pendapat dan perasaan anda tentang topik yang dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk menutup esai anda.

7. Berikan sentuhan terakhir

   a). Teliti urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika naskah anda menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan pada urutan yang anda buat

   b). Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya

   c). Teliti tulisan. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda, memperkuat poin yang lemah. Baca dan baca kembali naskah anda, Apakah masuk akal?

   d). Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal?

   e). Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan bebearpa kata dan frase untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya. Teliti kembali penulisan dan tata bahasa anda

Pada akhirnya, menulis esai sangatlah mudah jika telah memahami struktur dan langkah-langkah dalam menyusun esai. Data yang kuat membantu dalam membuat kesimpulan yang tepat. Pendekatan Analisa yang tepat pula turut mendukung kebenaran simpulan dari esai. Esai yang baik tentu menyajikan topik-topik yang sedang ‘gaduh’ dan memberikan gagasan baru yang tentu dapat mengurai problem yang kompleks.

Ingin Belajar Bahasa Arab? Click disini
Ingin tau dhomir dalam bahasa Arab? Click disini

 

Referensi:
Heri Jauhari. 2009.  Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Pustaka Setia.
As Haris Sumadiria. 2004. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: Simbiosa.

Related posts

1 comment

Comments are closed.