Fonologi Bahasa Arab (Ilmu Al-Ashwat)

  • Whatsapp

Penulis        : Dr. Kholisin, M. Hum

Editor          : Prof. Dr. Nurul Murtadho, M. Pd. Achmad Tohe, Ph. D,

Desain Cover: Moch. Wahib Dariyadi, M. Pd.

Penerbit       : CV. Bintang Sejahtera Malang

Tahun Terbit : Desember 2020

Tebal           : 134 halaman

Ukuran Buku : 24,5 x 17,5

ISBN            : 978-602-1150-49-8

Term linguistik secara general diklasifikasikan oleh para linguis menjadi dua bagian, yaitu mikrolinguistik dan makrolinguistik. Cakupan mikrolinguistik seputar bahasa dan unsurnya, sedangkan makrolinguistik memiliki cakupan lebih luas yang meliputi bahasa dan korelasinya dengan disiplin keilmuan yang lain atau unsur di luar bahasa tersebut. Jika mikrolinguistik berfokus pada kajian internal bahasa, maka makrolinguistik adalah sebaliknya.

Salah satu cabang disiplin ilmu mikrolinguistik adalah bunyi ujaran. Adapun ilmu yang mempelajari tentang bunyi ujaran dinamakan “Fonologi”. Dalam kajian linguistik bahasa Arab dikenal dengan term  “Ilmu Al-Ashwāt”. Menurut Kholisin (2020) eksistensi kajian fonologi kurang mendapat atensi di kalangan pembelajar bahasa asing, khususnya bahasa Arab. Berbeda dengan kajian ilmu morfologi (sharaf) dan sintaksis (nahwu) yang mana mendapat atensi lebih banyak di kalangan mereka.

Padahal, jika direnungkan secara mendalam ilmu ashwāt memiliki urgensi yang fundamental bagi pembelajar bahasa Arab pada tataran pemula, khususnya non native speaker atau penutur asing. Contoh sederhananya dalam pelafalan huruf hijaiyah, pembelajar bahasa Arab di Indonesia biasanya dihadapkan pada kendala dalam pelafalan huruf Arab yang tidak ditemukan padanannya dalam huruf bahasa Indonesia misalnya: pelafalan huruf tsa,  kha’, dzal, syin, shad, ‘ain, qaf dll. Oleh sebab itu, kehadiran ilmu ashwat membantu pembelajar bahasa Arab dalam artikulasi sesuai penggunaan artikulator dengan baik dan benar.

Berpijak pada paparan sebelumnya, kami ingin memberikan ulasan seputar buku fonologi bahasa Arab yang terbit pada penghujung tahun 2020. Buku ini disusun oleh pengampu mata kuliah linguistik di JSA (Jurusan Sastra Arab) Universitas Negeri Malang, yaitu Dr. Kholisin, M. Hum. Beliau memiliki background keilmuan linguistik yang mumpuni. Hal tersebut terlihat dari beberapa tulisannya yang banyak mengkaji ilmu linguistik baik dalam skala mikro maupun makro.

Kehadiran buku ilmu fonologi bahasa Arab (Ilmu Al-Ashwāt) ini mampu menjadi rujukan penting bagi pembelajar, pengajar, dan pemerhati bahasa Arab pada khususnya serta civitas akademika pada umumnya. Desain kover buku ini apik, elegan, dan representatif dengan penggunaan warna dasar putih dengan paduan warna hitam, merah, tortilla, dan sepia. Gambar yang tertera pada sampul sangat mewakili seluk beluk ilmu fonologi, yaitu berupa bibir yang sedang mengeluarkan suara dan sebelahnya terdapat gambar telinga yang sedang menerima pesan suara tersebut.

Terdapat sepuluh topik utama yang disuguhkan oleh penulis, di antaranya: 1) Pendahuluan. 2) Sekilas Tentang Fonetik Akustik. 3) Alat Ucap Manusia. 4) Produksi Bunyi Bahasa. 5) Segmen-Segmen Ujaran. 6) Fonem Segmental Bahasa Arab. 7) Fonem Suprasegmental Bahasa Arab. 8) Asimilasi. 9) I’lal, Ibdal, dan Idgham. 10) Perkembangan Bunyi Bahasa. Selain itu, pada halaman [ix-x] dilengkapi dengan daftar singkatan dan lambang yang berfungsi membantu pembaca dalam memahami buku ini secara sistematis.

Meskipun sebelumnya sudah terdapat buku-buku fonologi yang semisal dengan ini, namun buku fonologi karangan Dr. Kholisin tidak bisa dilewatkan begitu saja – mengingat konten yang disajikan di dalamnya sarat dengan informasi yang penting. Bahasa baku yang digunakan dalam buku ini cukup mudah dipahami. Kosakata ilmiah yang berkaitan dengan ilmu fonologi atau pun linguistik yang terdapat pada buku ini diberi sinonim berupa kata populer, misalnya kosakata frikatif pada halaman [12] diberi padanan “geser” oleh penulis. Pun demikian dengan istilah asing, baik bahasa Arab maupun Inggris penulis memberi padanan dalam bahasa Indonesia, misalnya pada halaman [2] istilah hayawan nathiq (binatang yang berbicara).

Kelebihan lain yang dimiliki buku ini adalah setiap bab disuguhkan peta konsep seperti: tabel, bagan, dan gambar yang tentunya memudahkan pembelajar dalam memahami materi secara keseluruhan serta poin-poin penting yang terdapat di sana. Selain itu, buku ini dilengkapi latihan pada akhir tiap bab. Hal tersebut tentunya memudahkan pembelajar dalam memahami materi yang telah dibaca dan melatih pembaca dalam berpikir kritis. Di aspek lain, ada poin penomoran yang perlu diperbaiki dalam buku ini yaitu pada bagian daftar isi. Namun hal tersebut tidak berpengaruh signifikan bagi pembaca.

Jika diamati secara keseluruhan, buku fonologi bahasa Arab ini tidak hanya membahas 100% teori ilmu ashwāt menurut linguis Arab. Namun penulis juga kerap kali menyinggung fonologi secara umum yang tentunya berkiblat pada linguis barat. Eksistensi kajian fonologi Arab di satu sisi tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan fonologi barat. Keduanya memiliki aspek kesinambungan dan keterkaitan. Oleh sebab itu, buku ini menjadi istimewa dengan perpaduan tersebut. Di satu sisi pembaca bisa menelaah fonologi bahasa Arab, dan di sisi lain pembaca bisa menelaah fonologi umum.

 

Pos terkait