FUNGSI CERPEN BAGI PENULIS DAN PEMBACA

FUNGSI CERPEN BAGI PENULIS DAN PEMBACA

Oleh: Siti Zubaidah

Abstrak

Menulis  maupun  membaca cerpen merupakan kegiatan yang sangat positif. Menulis dan membaca cerpen banyak memberi manfaat materi maupun nonmateri. Dengan menulis atau membaca cerpen kita bisa terhibur dan teredukasi. Tak kalah penting, kita juga mengenal atau mengenalkan tempat, sosial, budaya, dan keaneka ragaman Indonesia. Menulis cerpen selain bisa menjadi pengisi waktu senggang, juga bisa menjadi suatu profesi.

Kata kunci: gagasan, hiburan, edukasi, moral value, self healing, informasi, memecahkan masalah

Pendahuluan

Menulis pada dasarnya sama dengan berbicara. Persamaan antara menulis dan berbicara dapat dilihat pada tujuannya. Tujuan menulis dan berbicara adalah menyampaikan informasi kepada audiens, pembaca, atau lawan bicara. Tema apapun dapat ditulis maupun diperbincangkan. Sosial, budaya, kesehatan, religi, dan lain sebagainya; tanpa batasan.

Perbedaan kedua keterampilan di atas berada pada jenis komunikasi yang digunakan. Kegiatan menulis termasuk jenis komunikasi tidak langsung yang memerlukan media, sedangkan berbicara bisa termasuk jenis komunikasi langsung maupun tidak langsung. Artinya, ketika seseorang berbicara kepada lawan bicara, dapat langsung berhadap-hadapan atau dapat juga menggunakan media komunikasi.

Selain hal di atas, dalam menulis perlu memilih kosa kata yang tepat untuk menjabarkan gagasan. Diksi penting agar ide dan informasi tersampaikan dengan jelas. Pembaca menangkapnya seperti maksud penulis tanpa terjadi distraksi atau ambigu. Pemilihan kosa kata merupakan unsur utama karena pembaca tidak dapat dibantu dengan unsur supra segmental, seperti pitch, nada bicara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh.

Dari sekian banyak jenis tulisan, cerpen merupakan salah satu pilihan. Cerpen dipilih karena menulis atau membaca cerpen mempunyai tingkat kesulitan yang relatif mudah dibanding dengan menulis atau membaca jenis tulisan lainnya. Dari sisi manfaat pun, fungsi cerpen tidak dapat dipandang sebelah mata bagi penulis maupun pembaca.

Pengertian Cerpen

Banyak ahli mendeskripsikan pendapatnya tentang cerpen. Di sini penulis kemukankan salah satunya. Edgar Allan Poe, dalam tulisannya “The Philosophy of Composition,” menyatakan bahwa:

 a short story should be read in one sitting, anywhere from a half hour to two hours. In contemporary fiction, a short story can range from 1,000 to 20,000 words. Because of the shorter length, a short story usually focuses on one plot, one main character (with a few additional minor characters), and one central theme.

Yang dalam Bahasa Indonesia seperti berikut:

 Sebuah cerita pendek harus dibaca sekaligus, antara setengah jam hingga dua jam. Dalam fiksi kontemporer, sebuah cerita pendek dapat berkisar antara 1.000 hingga 20.000 kata. Karena panjangnya yang lebih pendek, sebuah cerita pendek biasanya berfokus pada satu alur cerita, satu tokoh utama (dengan beberapa tokoh tambahan), dan satu tema sentral.

Seperti yang kita ketahui cerpen singkatan dari cerita pendek, menurut KBBI cerita pendek merupakan kisah pendek dengan jumlah kata tidak lebih dari 10.000 kata. Namun banyak kita temukan cerpen dengan jumlah kata yang lebih sedikit antara 750 hingga 1.200. Untuk cerita sangat pendek dengan jumlah kata dibawah 750 biasa disebut cerita mini yang disingkat ‘cermin’. Hal itu tidak menjadi masalah asalkan hanya menceritakan satu tokoh utama dengan satu permasalahan saja cerita tersebut tetap tergolong cerpen.

Struktur Cerpen

Karena cerpen merupakan bagian dari dari teks naratif maka struktur yang membangun cerpen pun seperti teks naratif lainnya. Struktur teks yang dimaksud adalah orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Koda menjadi opsi yang terkadang penulis tinggalkan karena amanat cerpen tidak selalu tersurat.

Orientasi merupakan bagian awal atau perkenalan awal dari jalannya suatu cerita. Orientasi umumnya berisi pengenalan tokoh, suasana lingkungan cerita, latar tempat, dan waktu. Orientasi memuat pengenalan tokoh, pendiskripsian setting, dan permulaaan cerita. Setting bisa berupa tempat, waktu, sosial, dan budaya.

Komplikasi menjabarkan permasalahan yang dihadapi oleh tokoh. Komplikasi adalah bagian yang menceritakan permasalahan antara satu tokoh dengan tokoh yang lain. Komplikasi juga bisa berupa permasalahan emosi tokoh dengan diri sendiri. Komplikasi berisi puncak permasalahan yang dialami tokoh dalam cerita (klimaks jalan cerita).

Resolusi menceritakan cara tokoh menyelesaikan masalahnya. Resolusi adalah bagian pemecahan masalah yang sedang dihadapi oleh para tokoh. Resolusi memuat solusi atau jalan keluar yang diambil oleh para tokoh dalam menyelesaikan masalah.

Koda merupakan bagian dari cerita pendek yang tidak selalu ada. Artinya koda menjadi pilihan penulis karena bagian ini memuat amanat atau moral value yang bisa tersurat maupun tersirat. Apabila amanat tersirat, penulis tidak memerlukan koda. Namun sebaiknya  cerpen yang ditujukan bagi pembaca usia muda, amanat tersurat agar pesan sampai kepada pembaca.

Fungsi Cerpen

Disadari ataupun tidak, ketika penulis menulis sesuatu pasti mempunyai manfaat atau fungsi. Fungsi atau manfaat tidak hanya untuk pembaca tetapi  juga bagi diri penulis. Begitu juga dengan membaca cerpen, pembaca menjalankan suatu fungsi. Sehingga fungsi cerpen ada dua; yaitu fungsi untuk diri penulis dan fungsi untuk para pembaca.

  1. Fungsi Bagi Penulis
  • Mengekspresikan gagasan

Gagasan, ide, atau konsep yang masuk ke dalam pikiran perlu diutarakan untuk memecahkan masalah. Ketika gagasan atau pandangan tidak diekspresikan akan memenuhi pikiran dan akan membuat masalah tersendiri. Oleh karena itu gagasan perlu diungkapkan dalam bentuk tulisan yang kemudian dapat digunakan orang lain untuk memecahkan problematika kehidupan.

  • Memberi Informasi Dan Mengedukasi Pembaca

Selain mengungkapkan gagasan, penulis cerpen juga menyisipkan informasi tentang tempat menarik di daerahnya dalam penggambaran setting. Mendeskripsikan pakaian adat dan fenomena sosial budaya pada perwatakan tokoh dan informasi lainnya menjadi nilai tambah cerpen.

Melalui pesan moral, penulis cerpen mendidik pembaca untuk memahami keberagaman nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, dan norma-norma yang terus berkembang. Kisah hidup penulis sangat mungkin ditulis sebagai cermin dan pembelajaran bagi pembaca. Kisah-kisah apapun pasti menginspirasi pembaca untuk mengambil hikmahnya atau mencegah pembaca untuk melakukan hal yang tidak terpuji.

  • Self Healing

Menulis cerpen bisa digunakan sebagai terapi bagi orang dengan keadaan atau masalah tertentu. Bagaimana bisa? Apakah tidak menambah masalah bagi mereka? Konsepnya begini. Semua orang setiap hari menghadapi masalah. Tidak ada yang bebas tanpa masalah sepanjang orang masih hidup. Masalah yang dapat diatasi akan memperkuat kepribadian orang tersebut.

Akan tetapi bagi orang dengan kondisi tertentu tidak dapat menghadapi masalah. Masalah membuat mereka semakin terpuruk. Apabila tidak ada tempat untuk mencurahkan uneg-uneg, menulis cerpen merupakan salah satu jalan keluar dan akan mengurangi rasa kecewa, kesepian, dan terhimpit.

  • Mendapatkan Keuntungan Finansial

Menulis cerpen dapat menambah pemasukan dana. Apabila cerpen yang kita tulis dikirim ke media kepenulisan dan ditayangkan, kita akan mendapat fee. Cerpen juga dapat diposting di blog pribadi atau di aplikasi kepenulisan yang bisa dimonetasi. Selain itu penulis juga bisa menjadi ghost writer.

  1. Fungsi Bagi Pembaca
  • Sebagai Hiburan

Pembaca membaca cerpen akan mendapat hiburan. Mereka akan memilih cerpen dengan tema sesuai minatnya. Pembaca yang berperasaan lembut biasanya menyukai tema drama dan roman. Pembaca pemberani akan memilih tema petualangan dan horor.

Rentetan kejadian atau plot menarik pembaca ke dalam scene seolah pembaca ikut mengalami kejadian tersebut. Gambaran setting tempat dan budaya yang memukau  membuat pembaca seakan berada di tempat cerita atau masuk lewat lorong waktu pada jaman itu.

Tidak peduli mereka akan tersenyum, menangis, tegang, atau ketakutan ketika membaca, tema apapun yang jelas akan menghibur bagi peminatnya.

  • Mengisi Waktu Luang Dan Memenuhi Hobi

Waktu luang jangan disia-siakan. Waktu luang berpotensi menjadi negatif apabila tidak dimanfaatkan dengan tepat.  Waktu senggang yang tidak dimanfaatkan mengakibatkan kemalasan dan tindakan yang tidak baik. Isilah waktu dengan kegiatan positif. Dengan membaca cerpen waktu akan berjalan normal dan hobi membaca dapat dipenuhi.

  • Mendapatkan Edukasi

Berbagai tema cerpen dapat dipilih oleh pembaca, misalnya tema religi, sosial, budaya, dan norma. Cerpen bertema apapun mengandung amanat bagi pembaca. Ada amanat yang eksplisit atau tersurat dan ada juga amanat implisit yang harus diinfer oleh pembaca.

Moral value cerpen dapat memberi ide pada pembaca dalam memecahkan atau bersikap dalam mengadapi masalah. Pembaca akan menjadi pribadi yang tenang, tangguh, dan tidak grusa-grusu.

Penutup

Menulis maupun membaca cerpen sama-sama mendatangkan manfaat. Kesehatan mental, bertambahnya pengetahuan, dan menjadi pribadi yang lebih bijak merupakan manfaat yang dapat kita peroleh. Apabila belum bisa atau tidak berminat menulis, setidaknya membaca. Jadikan membaca menjadi budaya kita untuk memperbaiki diri dan memajukan bangsa.

Related posts