Guru Intensional

  • Whatsapp

Guru Intensional adalah guru yang memiliki keinginan dan niatan yang baik untuk melakukan apapun didasari oleh niatnya, dan mampu memberikan perubahan kepada anak didiknya dengan perubahan yang dari awal belajar sampai dia bisa menguasai pelajaran atau mahir dalam menguasai pelajaran itulah guru yang intensional, karena si anak sudah mempunyai niatan untuk belajar demikian juga seorang guru yang mengajarkan kepada anak dengan keinginannya untuk mengajar. Sebagaimana diterangkan dalam kamus indonesia Intensional adalah berdasarkan niat atau keinginan. 

Sebagai contoh: kebiasaan berlaku sopan santun dimanapun berada   dan bertegur sapa dengan orang lain, guru, dosen, dan orang-orang baik di sekitarnya kita tanpa disengaja dan disadari. Begitu juga  kecakapan  yang kita peroleh dari pengalaman dan praktik dalam kehidupan sehari-hari, yang belum tentu kita pelajari dengan sengaja. Dengan perubahan intensional tersebut “bukan harga mati” yang harus dibayar oleh kita dan siswa. 

Beberapa teori  Vygotsky yang bisa dipelajari sebagai berikut:

  1. Gunakan zone of proximal development
  2. Gunakan teknik  scaffolding
  3. Gunakan kawan(teman) sesama murid yang lebih ahli sebagai guru sadari bahwa pembelajaran melibatkan suatu komunitas orang yang belajar dengan dorong pembelajaran kolaboratif Dan adapun perkembangan siswa atau anak dikelas bisa kita perhatikan mereka dengan teliti disaat sudah memasuki lingkungan sekolah atau ranah pendidikan. Maka dibutuhkan seorang guru yang intensional, sebagaimana telah dijelaskan di pembahasan di atas. Menjadi seorang guru yang intensional tidaklah mudah, harus menempuh beberapa tahapan yang mana semuanya itu harus bisa memahami kognitif siswa di kelas, tidak sembarang orang yang mampu memiliki intensional. Sebelum menjadi guru yang intensional, paling tidak ada 10 faktor yang harus kita perhatikan diantaranya :
  4. Pengetahuan mata pelajaran: memahami konsep-konsep inti, sarana penyelidikan, struktur mata pelajaran yang sedang diajarkan, dan dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna
  5. Pengetahuan perkembangan dan pembelajaran manusia: memahami bagaimana anak belajar dan berkembang serta dapat menyediakan  peluang belajar yang mendukung perkembangan intelektual, pribadi dan social mereka
  6. Penyesuaian pengajaran untuk kebutuhan  masing-masing individu: memahami bagaimana siswa-siswa berbeda dalam pendekatan mereka terhadap pembelajaran 
  7. Berbagai strategi pembelajaran: menggunakan berbagai model serta strategi pembelajaran dalam mendorong perkembangan kognitif, afektif serta psikomotor siswa
  8. Motivasi dan manajemen ruang kelas : menggunakan pemahaman akan motivasi  dan perilaku individu dan kelompok untuk mendukung atmosfir pembelajaran yang positif
  9. Kemampuan komunikasi: menggunakan pengetahuan tentang teknik-teknik komunikasi verbal, nonverbal dan media yang efektif yang mendukung pembelajaran
  10. Kemampuan perencanaan: merencanakan pembelajaran berdasarkan pengetahuan tentang mata pelajaran, siswa, komunitas, dan tujuan kurikulum
  11. Penilaian pembelajaran siswa: guru memahami dan menggunakan strategi-strategi penilaian resmi dan tidak resmi untuk mengevaluasi dan memastikan perkembangan intelektual, sosial dan fisik siswa secara terus menerus dan berkesinambungan.
  12. Komitmen dan tanggung jawab professional : terus aktif untuk mencari peluang untuk tumbuh secara profesional
  13. Kemitraan : selalu mengembangkan hubungan dengan atasan, rekan-rekan di sekolah, orang tua, pemerintah serta lembaga masyarakat untuk mendukung  pembelajaran.

Banyak sekali orang yang berjulukan guru akan tetapi tidak bisa mencerminkan seorang guru yang bisa dibanggakan oleh anak didiknya. Maka dari itu pendidikan anak sangatlah penting, dan seorang guru pun harus tahu betul dengan kognitif anak didiknya.

 

 

Pos terkait