Kata Bilangan dalam bahasa Arab

Kata Bilangan dalam bahasa Arab
Kata bilangan dalam bahasa Arab

Kata bilangan dalam bahasa Arab

Dalam bahasa Indonesia kata bilangan memiliki istilah numeralia, sedangkan bahasan kata bilangan dalam bahasa Arab yaitu al’adad. Tujuan dari pembahasan artikel ini adalah menambah penjelasan terkait kata bilangan dalam bahasa Arab, sehingga para pembaca tidak ragu dan lebih percaya diri dalam pengucapan kata bilangan dalam bahasa Arab.

Pengertian kata bilangan

Kata bilangan atau al’adad merupakan kata yang menunjukkan banyaknya sesuatu, baik isim (benda), dhomir (orang) dan lain sebagainya. Dalam bahasan kata bilangan dalam struktur kalimat bahasa Arab terdapat ‘adad dan ma’dud. ‘Adad merupakan kata yang menyatakan angka, sedangkan ma’dud menunjukan kata yang terhitung. Untuk memahami posisi ‘adad dan ma’dud, berikut penjelasan tentang contoh dari bilangan angka dalam bahasa Arab.

كِتَابٌ وَاحِدٌ وَ قَلَمَانِ اثْنَانِ

(Satu buku dan dua balpoint)

سَبْعُ طَالِبَاتٍ وَثَمَانِيَةُ طُلَّابٍ

(Tujuh siswi dan delapan siswa)

Dari penjelasan contoh yang pertama di atas dapat terlihat bahwa:

Lafadz وَاحِدٌ merupakan ‘adad. Berdasarkan jenis kata benda, lafadz وَاحِدٌ termasuk ke dalam kata yang mudzakkar atau isim mudzakkar. Kemudian ma’adud-nya atau kata yang terhitung yaitu كِتَابٌ . Lafadz كِتَابٌ berbentuk mufrod. Kemudian lafadz اثْنَانِ berjenis kata mudzakkar dan menduduki posisi ‘adad, sedangkan untuk ma’dud-nya yaitu lafadz قَلَمَانِ. Lafadz قَلَمَانِ merupakan bentuk mutsana dari kata قَلَمٌ. Kata قَلَمٌ merupakan kata yang berjenis mudzakkar.

Kemudian dari contoh yang kedua dapat terlihat bahwa:

Lafadz سَبْعُ merupakan ‘adad atau bilangan angka. Berdasarkan jenis kata benda, lafadz سَبْعُ termasuk ke dalam kata yang mudzakkar atau isim mudzakkar. Kemudian ma’adud-nya atau kata yang terhitung yaitu طَالِبَاتٍ . Lafadz طَالِبَاتٍ berbentuk jama’ dan bentuk mufrod atau tunggalnya yaitu طَالِبَةٌ. Berdasarkan jenis kata benda, lafadz طَالِبَةٌ termasuk kedalam jenis kata yang muannats. Kemudian lafadz ثَمَانِيَةُ berjenis kata muannats dan menduduki posisi ‘adad, sedangkan untuk ma’dud-nya yaitu lafadz طُلَّابٍ . Lafadz طُلَّابٍ merupakan bentuk jama’ dari kata طَالِبٌ. Kata طَالِبٌ merupakan kata yang berjenis mudzakkar.

Berdasarkan penjelasan contoh di atas bisa terlihat sebagai berikut;

1). Dalam sebuah kalimat yang menunjukan suatu bilangan 1 dan 2, maka ‘adad-nya mengikuti bentuk kata ma’dud-nya. Jika ‘adad-nya mudzakkar maka ma’dud-nya juga harus mudzakkar. jika adad-nya berbentuk mutsanna, maka ‘adad-nya juga harus berbentuk mutsanna.

2). Kemudian untuk kalimat yang menunjukan suatu bilangan 3-10, maka harus dilihat bentuk mufrod (kata tunggal) dari kata ma’dud-nya atau yang terhitung. Jika dilihat dari bentuk mufrod (kata tunggal) yang menempati posisi ma’dud, berjenis mudzakkar maka ‘adad-nya muannats. Begitupun sebaliknya. Jika ma’dud-nya berbentuk mufrod yang berjenis muannats, maka ‘adad-nya mudzakkar.

3). Dalam struktur ‘irob, ‘adad dan ma’dud dalam bilangan 1 dan 2 menjadi stuktur na’at-man’ut, sedangkan untuk bilangan 3-10 menjadi struktur mudhof-mudhof ilaih.

Adapun kata bilangan dalam bahasa Arab dari bilangan 1-10 yang berbentuk mudzakkar sebagai berikut:

وَاحِدُ : satu

إِثْنَانِ : dua

ثَلَاثُ : tiga

أَرْبَعُ : empat

 خَمْسُ : lima

سِتُّ : enam

سَبْعُ : tujuh

ثَمَانِى : delapan

تِسْعُ : sembilan

عَشْرُ : sepuluh

Kemudian untuk bilangan 1-10 yang berbentuk muannats yaitu

وَاحِدَةُ :  satu

إِثْنَتَانِ : dua

ثَلَاثَةُ : tiga

أَرْبَعَةُ : empat

 خَمْسَةُ : lima

سِتَّةُ : enam

سَبْعَةُ : tujuh

ثَمَانِيَّةُ : delapan

تِسْعَةُ : sembilan

عَشْرَةُ : sepuluh

Referensi:

Dr. Fu’ad Ni’mah, Mulakhosh qowaid lughoh al a’arobiyyah

______________________________

Untuk cek artikel sebelumnya bisa click disini

Punya naskah tapi bingung cari penerbit ? click disini

Related posts