KATA TUNJUK DALAM BAHASA ARAB

Kata Tunjuk dalam Bahasa Arab
Kata tunjuk dalam bahasa Arab

KATA TUNJUK DALAM BAHASA ARAB.

Kata ganti penunjuk merupakan salah satu bahasan dalam kaidah bahasa Arab. Prononima demonstriva merupakan istilah untuk kata ganti penunjuk dalam bahasan bahasa Indonesia. Adapun dalam bahasan bahasa Arab, yang membahas terkait kata ganti terdapat dalam bahasan Ismul Isyaroh.

Read More

Ismul Isyaroh merupakan bagian dari isim mabni. Dalam buku mulakhosh qowaidu lughoh al arobiyah karya Fuad Ni’mah, isim mabni adalah isim yang tidak berubah bentuk akhirnya walaupun memiliki kedudukan yang berbeda dalam suatu kalimat. Selain itu dalam kaidah nahwu, harokat akhir isim mabni tidak berharokat tanwin.  Apabila isim mabni terletak dalam satu kalimat dan menempati kedudukan rofa’, nashob atau jar, maka tetap tidak berubah huruf dan harokat akhirnya serta menduduki posisi rofa’, nashob atau jar.

Berikut penjelasan kata tunjuk (ismul isyaroh) dan contohnya dalam bahasa Arab

Pengertian kata tunjuk (Ismul Isyaroh)

Ismul isyaroh atau kata tunjuk merupakan kata yang menunjukan kepada kata tertentu dengan bantuan isyarat. Biasanya dalam bahasa Arab, penggunaan ismul isyaroh untuk menunjuk atau menandai secara khusus kepada orang atau benda tertentu.

Jenis-jenis kata tunjuk dan contohnya

Adapun jenis kata tunjuk dalam bahasa Arab, diantaranya;

1. Kata tunjuk untuk mengisyaratkan kepada yang dekat (Ismul Isyaroh lil Qorib)

Dalam mengisyaratkan kepada benda yang dekat, huruf ha’(هـ) (ha’ tanbih) terletak di awal sebelum huruf isyarat. Berikut kata tunjuk untuk mengisyaratkan kepada yang dekat

Adapun contoh kata tunjuk dalam kalimat sebagai berikut

(ini meja yang besar) هَذَا مَكْتَبٌ كَبِيْرٌ

(ini sekolah yang luas)   هَذِهِ مَدْرَسَةٌ وَاسِعَةٌ

(ini dua murid yang rajin)   هَذَانِ طَالِبَانِ مُجْتَهِدَانِ

2. Kata tunjuk untuk mengisyaratkan kepada yang jauh (Ismul Isyaroh lil Baid)

Dalam mengisyaratkan kepada benda yang jauh, huruf kaf atau kaf dan lam menjadi huruf tambahan dalam ismu isyaroh. Harfu khitob merupakan istilah untuk huruf kaf yang terletak di akhir ismul isyaroh. Berikut kata tunjuk untuk mengisyaratkan kepada yang jauh

Adapun contoh kata tunjuk untuk mengisyaratkan kepada yang jauh dalam kalimat sebagai berikut

(makanan itu lezat) ذَلِكَ الطَّعَامُ لَذِيْذٌ

(dapur itu bersih)  تِلْكَ الْغُرْفَةُ نَظِيْفٌ

(itu dua pemudi yang rajin)  تَانِكَ الْفِتْيَانُ الْمُجْتَهِدَتَانِ

Catatan:

Apabila terdapat huruf alif dan lam (ال) pada isim yang terletak setelah isim isyaroh, makai isim tersebut berkedudukan sebagai badal (kata pengganti) dan isim isyaroh mengikuti kaidah i’robnya. Apa yang dimaksud i’rob? I’rob adalah perubahan pada akhir kata/kalimat disebabkan adanya awamil (pengubah keadaan suatu kata) yang masuk dalam kalimat tersebut. Adapun contohnya sebagai berikut;

قَرَأْتُ هَاتَيْنِ الْمَجَلَّتَيْنِ

Penjelasan terkait kalimat di atas secara i’rob sebagai berikut

قَرَأْتُ : merupakan kata kerja yang menunjukan masa lampau. Harokat akhir dari kata kerja tersebut aslinya berakhiran sukun. Huruf ta yang terletak di akhir kata merupakan kata ganti untuk menunjukan subjek dengan berakhiran harokat dhommah. Kata tersebut menduduki posisi rofa fa’il.

هَاتَيْنِ : merupakan isim isyaroh yang menduduki posisi sebagai maf’ul bih (objek dalam suatu kalimat) dan mansub dengan huruf ya. Hal ini mengikuti kaidah mansub mutsanna.

الْمَجَلَّتَيْنِ : Isim badal untuk isim isyaroh yang kedudukannya mansub dengan huruf ya.

 

Referensi:

Fu’ad Ni’mah, Mulakhos Qowaidullughoh al arobiyah (Mesir)

 

Untuk cek artikel tentang pembelajaran bahasa Arab bisa click disini

Punya naskah tapi bingung cari penerbit ? click disini

 

Related posts