Kehidupan Yang Berpedoman Pada Al-Qur’an

 

Al-Qur’an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, melalui perantara malaikat Jibril, untuk dijadikan sebagai kitab umat Islam. Didalam Al-Qur’an terdapat berbagai kisah perjuangan nabi ketika berdakwah, azab-azab Allah terhadap orang kafir, perintah serta larangan Allah SWT, dan pedoman manusia dalam menjalani kehidupan yang dijelaskan secaradetail dan jelas. Sehingga membuat umat islam tidak tersesat dalam kemanisan duniawi, dan menciptakan kedamaian dalam berhubungan sesama manusia. Hal itu dapat terjadi, apabila umat islam menjalani kehidupan dengan berpedoman pada Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an memerintahkan umat islam untuk selalu sabar dalam menghadapi ujian, bersifat tawadhu dihadapan semua orang, dan berlaku adil dalam kondisi apapun.

Dalam menjalani kehidupan, terkadang kita ada di fase saat kita sedang berada pada kesuksesan, dan ada fase saat kita berada pada sebuah kegagalan dan itu merupakan titik terendah dari manusia. Ketika berada di fase terendah, Allah memerintahkan hambanya untuk bersabar dan meminta kekuatan untuk menghadapi semua ujian hanya kepada Allah SWT. Karena pertolongan Allah SWT dan kabar gembira akan datang, untuk hambanya yang selalu sabar dan tawakal (berserah diri kepada Allah SWT) dalam menghadapi ujian, sebagaimana firman Allah SWT :

إِنْ تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ وَيَأْتُوْكُمْ مِّنْ فَوْرِهِمْ هَٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ ءَالَٰفٍ مِّنَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ مُسَوِّمِينَ

Artinya : “Jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” (Q.S Ali ‘Imran: 25).

Rendah hati atau tawadhu, melatih kita untuk selalu menghargai setiap makhluk yang ada dibumi ini. Tawadhu adalah sifat untuk merendah hati, orang yang memiliki sifat tawadhu akan terhindar dari sifat sombong. Sehingga membuat semua orang senang, apabila berada di dekat orang yang memiliki sifat tawadhu, karena keberadaan mereka sangat dihargai. Begitu pula dengan Allah SWT, Allah juga mencintai orang-orang yang tawadhu dan melarang hambanya untuk bersifat sombong. Sebagaimana firman Allah SWT :

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ.

Artinya : “Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (Q.S Luqman: 18).

Berlaku adil dalam kondisi apapun, merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap orang, tanpa terkecuali. Terutama pada pemimpin dan hakim, sikap adil haruslah ada dan melekat pada diri mereka. Supaya tidak ada orang yang merasa terzalimi. Orang yang memiliki sikap adil harus bisa membedakan antara yang hak dan yang batil, serta dapat membela orang yang benar tanpa pilih kasih. Supaya dapat tercipta sebuah kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan. Allah SWT telah memerintahkan hambanya untuk selalu bersikap adil, karena setiap tindakan yang dilakukan manusia akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti, dan dibalas oleh Allah SWT. Sebagaimana dalam firman Allah SWT :

قُلْ اَمَرَ رَبِّيْ بِالْقِسْطِۗ وَاَقِيْمُوْا وُجُوْهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۗ كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَ

Artinya : “Katakanlah, Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap salat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula.” (Q.S Al-A’raf: 29).

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa, kehidupan yang berpedoman pada Al-Qur’an akan senantiasa damai dan tenteram, karena dicintai oleh Allah SWT. Sehingga Allah SWT melindungi, semua hamba yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya dari segala marabahaya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menerapkan ajaran-ajaran pada Al-Qur’an, untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Related posts