Keistimewaan Mafhum dan Mathuq dalam Ilmu Manthiq

mantuq dan mafhum
mantuq dan mafhum

Keistimewaan Mafhum dan Mathuq dalam Ilmu Manthiq. Suatu teks yang tersusun dari berbagai kata dan kalimat yang kemudian utuh menjadi suatu tulisan yang sempurna dan penuh dengan makna. Hal tersebut ditentukan oleh ide pokok yang dirancang sebelumnya. Berawal dari pokok bahasan yang masih menjadi pertanyaan dan isu yang masih problematik. Sehingga terbentuklah suatu tulisan ilmiah untuk membahas dan mempertajam pembahasan dengan teori-teori yang dipaparkan.

Rasionalitas menjadi senjata bagi para intelektual. Utamanya dalam mencerna dan memahami sesuatu dengan fakta lapangan secara komparatif.

Read More

Memahami sesuatu apapun baik teks maupun ucapan memerlukan petunjuk. Dalam ilmu manthiq disebut dalalah berupa lafadzh yang mengandung makna. Pemahaman tersebut adakalanya didasarkan pada bunyi (manthuq, arti tersurat. Atau perkataan yang diungkapkan secara tegas maupun mengandung kemungkinan makna lain (adanya makna musytarak/bermakna ganda).

Selain itu ada juga yang mengacu terhadap pemahaman (mafhum, arti tersirat). Baik hukum sesuai dengan hukum mantuq (muwafaqah) ataupun bertentangan(mukhalafah) . Keduanya dapat menjembatani seseoarang dalam memperoleh pemahaman secara jelas dan detail.

Pemahaman Dua Jalur

Keistimewaan Mafhum dan Mathuq dalam Ilmu Manthiq. Pemahaman terhadap suatu teks dapat dilihat dari dua jalur yakni mafhum dan mantuq. Keduanya penting untuk dikaji terlebih pada ilmu mantiq. Karena dalam logika berpikir tidak hanya terpacu pada pemahaman tekstual. Tapi juga mengetahui tujuan dan maksud (inti) dari teks tersebut meskipun tidak disebutkan didalamnya.

Hal tersebut melatih otak berpikir lebih tajam dan akurat karena mampu memberikan kesimpulan baru melalui pemahaman terhadap suatu teks. Sehingga mampu mengembangkan struktur dan kerangka berpikir menjadi lebih baik lagi. Mengingat tujuan adanya ilmu mantiq adalah membentuk pola pikir yang kemudian mampu mencapai sebuah kesimpulan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Menuju Teologi Ibnu Taimiyyah

Dalam konteks ilmu mantiq, forum diskusi maupun debat sering melibatkan mafhūm dan manṯūq. Keduanya berfungsi untuk memahami implikasi dan makna yang terkandung dalam suatu pernyataan atau teks. Pemahaman ini sangat penting dalam menjelaskan sekaligus memerinci hukum-hukum dan aturan logis yang dipraktekan dalam ilmu mantik.

Sebab suatu disiplin ilmu pasti melibatkan keduanya dalam menganalisa ilmu pengetahuan yang dikaji.

Lebih Jauh tentang Manthuq

Menurut Ahmad Fadhol Fauzi manthuq secara etimologi menghandung makna berbicara, mengucapkan dan berkata. Sehingga mencakup pengertian yang ditunjukan oleh lafadz dalam suatu teks yang disajikan atau ungkapan yang diucapkan.

Manthuq dapat dipahami secara tekstual tanpa adanya penafsiran atau penakwilan seperti tuntutan untuk selalu mematuhi aturan dan disiplin waktu. Hal tersebut jelas dan maksud teks tersebut memang suatu perintah. Di mana perintah tersebut secara lafadz dapat menunjukan makna. Dengan kata lain jelas tidak mengandung makna selainya.

Peran manthuq dalam memahami nash ataupun teks terlihat dengan kemudahan dalam berbahasa maupun menulis teks. Hal ini seharusnya dipakai dalam berpidato, khutbah, ceramah dan berbicara kepada sesama. Karena yang diharapkan adalah pemahaman secara langsung, tidak membutuhkan proses berpikir lama untuk memahami demikian.

Menariknya, manthuq mampu menarik perhatian audiens ketika diucapkan dengan rangkaian gaya Bahasa yang indah. Karena di samping mudah dipahami secara langsung, juga membuat menarik perhatian.

Berikutnya tentang Mafhum

Sedangkan mafhum secara etimologi menurut Ahmad Sarwat adalah memahami atau dipahami (isim maf’ul). Sedangkan secara istilah adalah makna dari suatu lafadz akan tetapi tidak dicantumkan pada teks sehingga dapat diketahui dengan logika berpikir . Hal inilalah yang kemudian dibahas secara detail dan meluas dalam ilmu mathiq.

Baca juga: Istidlal dalam Ilmu Mantiq

Seperti perkataan siswa terhadap guru dan tidak menghiraukan penjelasanya ketika dijelaskan. Di dalamnya terdapat suatu ketentuan hukum yang tidak disebutkan. Seperti membantah guru, cuek ketika dinasehati guru dan membangkang ketika diperintah. Dan masih banyak lagi kesimpulan yang dapat dijelaskan secara tersirat.

Dalam disiplin ilmu manthiq, kajian mafhum dan manthuq memiliki peran yang penting dalam menafsirkan al-Quran terlebih ayat-ayat ahkam seperti berikut.

وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا

Dalam ayat tersebut mengindikasikan suatu hukum larangan mendekati zina. Tapi secara mafhum muwafaqah (dapat difahami dan sesuai dengan pemahaman nash) mengandung arti larangan pacaran, berkhalwat, friendly, dan masih banyak lagi.

Hal tersebut menunjukan kehebatan mafhum yang mampu menguraikan banyak pemahaman dan kesimpulan yang beragam terhadap satu nash. Semua jalur yang mengarah dan mendekati pada perzinahan merupakan sejelek-jeleknya alur kehidupan karena terjebak pada berbagai lubang kemaksiatan.

Implementasi dalam Teks

Sebanarnya dalam kajian mafhum – manthuq memberikan pengaruh yang cukup penting dalam memhami seluruh pengetahuan. Yakni pengaruh mafhūm dan manṯūq dapat bervariasi tergantung pada konteks dan disiplin ilmu yang sedang dibahas.

Dalam konteks ilmu mantik dan hukum Islam, kedua konsep ini memiliki peran sentral dalam merinci dan mengartikan hukum-hukum dan pernyataan-pernyataan. Ilmu ini juga dapat memberi kemampuan menganalisis secara kritis serta menentukan hukum-hukum logis

Terdapat berbagai manfaat dan tujuan dalam mengetahui mafhum dan manthuq dalam ilmu manthiq. Yakni mampu melakukan analisis yang mendalam, mengembangkan argument meperluas wawasan. Ada juga manfaat untuk kritis terhadap informasi, memiliki system berprikir yang kreatif. Begitu juga nalar reflektif yang mendalam dalam menafsirkan mafhum pada teks.

Sehingga perlunya mempertimbangkan berbagai kemungkinan makna. Kemudian berlanjut pada penghubungan dengan pengetahuan dan pengalaman mereka sendiri. Dan tentunya dengan melihat serta menyesuaikan pada konteksnya

Mafhūm (pemahaman implisit) dan manṯūq (teks tertulis atau perkataan) dapat memainkan peran kunci dalam mengembangkan pemikiran seseorang dengan berbagai cara. Pada umumnya, mafhūm dan manṯūq dapat menjadi instrumen yang sangat efektif dalam berpikir. Khususnya untuk mengembangkan pemikiran kritis, analitis, dan refleksi seseorang.

Mereka membuka pintu bagi pemahaman yang lebih dalam dan kompleks. Utamanya terhadap teks dan pernyataan, sehingga memungkinkan bergerak pada perkembangan intelektual yang lebih baik.

Muhammad Alby MH, Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya.

 

Related posts