Manuver Cantik dalam Arus Baru Hijab

Sebuah pergolakan sosial kini terjadi pada diri wanita muslimah di Indonesia. Istilah hijab terbilang baru dipopulerkan di Indonesia sekitar tahun 2010, sebelumnya di Indonesia lebih sering menggunakan istilah kerudung yang berarti kain penutup kepala bagi perempuan. Munculnya istilah hijab trendi memiliki korelasi yang erat dengan perkembangan arus globalisasi. Kita tidak bisa menutup mata dan telinga dengan realita yang ada, bahwa tuntutan zaman memaksa hijab untuk tetap eksis dan bertahan di antara busana lainnya.

Substansi yang Bergeser

Hal ini akan berdampak pada perubahan substansi hijab itu sendiri, hijab bukan hanya untuk menutup aurat lagi, namun digunakan sebagai ajang untuk eksistensi wanita muslimah dan kesempatan berdakwah mengajak wanita lainnya yang belum menutup aurat secara total, boleh jadi karena hijab saat ini sangat dinamis mengikuti perkembangan mode dan corak yang lebih menarik perhatian.

Kehadiran hijab trendi telah memberi dampak positif bagi muslimah sendiri. Hal ini dapat ditandai dengan semakin banyaknya wanita muslimah yang mengenakan hijab dalam berbagai kegiatannya sehari-hari. Hijab digunakan secara bebas di luar rumah dan tentunya mereka tetap terlihat cantik dan anggun dalam berbagai kesempatan.

Namun, hal ini bukan berarti tidak memiliki batu sandungan dan kecaman akan fenomena tersebut. Realitanya segala sesuatu akan melahirkan pro dan kontra secara beriringan, begitupun dengan kehadiran hijab trendi. Pertama, dampak yang paling dirasakan sangat buruk adalah munculnya “jilbobs” yaitu mode busana muslimah yang tidak mengindahkan syariat, seperti halnya ketat, transparan, menampakan bentuk tubuh dan tidak termasuk kategori menutup aurat secara syar’i.

Kedua, dampak yang tidak kalah menggemparkan adalah banyaknya kontes kecantikan muslimah dengan dalih ajang pencarian bakat yang telah mampu menyihir paradigma wanita muslimah Indonesia untuk mengikutinya dengan berbondong-bondong, antri dan bersaing satu sama lain. Tapi fakta ini menggeser esensi berhijab, karena esensi dari menutup auratnya menjadi kabur, dan munculnya pandangan buta terbatas hanya pada seubjektifitas kecantikan yang dibingkai dengan hijab saja.

Pertarungan Gaya Hidup

Sekiranya argumentasi di atas telah membuka mata hati kita, akan pentingnya mengetahui istilah kontemporer yang sekilas tampak terlihat bagus tapi justru melupakan hukum asal. Kita dianjurkan untuk kembali kepada ajaran Islam. Selama ini memang kita terlalu sibuk dengan mode, gaya dan tampilan menarik dari hijab tersebut dengan harapan terlihat modis, kekinian dan nyentrik.

Penulis berasumsi bahwa muslimah Indonesia saat ini sedang mengalami opini publik yang sangat dahsyat dampaknya. Kita seolah digiring oleh media, oknum tertentu juga para penjajah ideologi untuk masuk kepada jerat pemikiran dan gaya hidup mereka. Sudah saatnya muslimah untuk menyadari akan hakikat berhijab tersebut, Islam telah mengaturnya dengan sangat bijak yaitu dengan hijab syar’i.

Hijab trendi telah menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap perubahan pemikiran, sikap dan tingkah laku muslimah Indonesia dalam penggunaan hijab sebagai syariat menutup aurat dengan sempurna. Oleh karena itu, sikap bijak dalam menghadapi fenomena arus hijab trendi ini adalah mari menyibukan diri dengan mempelajari Islam secara total, termasuk dalam wacana menutup aurat terkhusus kepada wanita muslimah.

Mari tutup celah penyalahgunaan istilah modern, sehingga terjadi penyelewengan makna, landasan mesti murni aturan syariat. Berhijab dengan mengikuti mode tapi tidak menyalahi syariat, tidak menimbulkan warna kulit dan lekuk tubuh, juga menghindari kecenderungan berhijab karena ingin terlihat kekinian dan gaya-gayaan saja.

Kondisi yang kini tengah terjadi memang tidak mudah, arus hijab terus berputar seperti butiran salju di musim dingin. Semua seolah tergiring oleh opini publik dan hampir sulit dikendalikan,  terbius oleh wacana ideologi yang mengikat dan melekat, terpapar hampir pada titik ideologi muslimah, sungguh ini cukup memukul kita.

Namun, semua kondisi yang ada belum terlambat untuk diperbaiki, dengan manuver cantik hijab yang begitu menjamur menjadi trend fashion hari ini. Harus diimbangi dengan kesadaran untuk tetap mengindahkan syariat berbusana, sehingga dapat dikendalikan. Paling tidak dimulai dari kita dan keluarga kita, mengingatkan agar tetap memperhatikan launuha wa syaklaha, warna kulit dan lekuk tubuhnya harus tertutup, begitu kata ahli fiqih dalam bab aurat.

 

 

 

Related posts