Masih Relevankah Hafalan Al-Qur’an?

belajar alquran
Belajar Al-Qur'an
banner 468x60

Masih Relevankah Hafalan Al-Qur’an? Sebuah pertanyaan yang sangat menggelitik. Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Al-Qur’an menjadi perantara pesan dari Allah SWT untuk para manusia agar menjadi pedoman dalam kehidupan. Dimulai dari berdiamnya Nabi Muhammad di Gua Hira pada umur 40 tahun. Lalu, turunlah wahyu pertama yaitu surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Al-Qur’an turun selama 23 tahun di dua tempat yang berbeda, yaitu Mekkah dan madinah. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia harus senantiasa di pertahankan hingga akhir hayat.

Seiring berjalannya waktu, teknologi baru muncul sebagai akomodasi perubahan  mengikuti perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat milenial. Hal tersebut membuat para generasi sepenuhnya mengandalkan produk-produknya dalam segala hal. Sebut saja misalnya seperti bagaimana kita bisa mendapatkan informasi dan berita tanpa meninjau presentasi kebenaran. Tidak dapat dipungkiri banya generasi yang sudah terpengaruh dengan teknologi yang tidak bisa mereka kendalikan. Hal tersebut menjadi problematika pada saat ini.

Al-Qur’an vis a vis Teknologi

Fakta sekarang banyak remaja yang menjadi candu dengan teknologi sehingga mereka lupa atas kewajiban akan agamanya. Banyak isu-isu negatif tentang pondok pesantren menjadi salah satu faktor pendukung untuk orang tua tidak mau memasukan anaknya kepesantren. Semua faktor ini yang menyebabkan jauhnya para generasi dengan agama, Al-Qur’an dan pendidikan Islam. Padahal banyak nilai-nilai agama yang harus ditanamkan seperti pentingnnya menghafal Al-Qur’an.

Baca juga: Demografi Sebagai Peluang Dakwah

Kenapa harus mengahafal Al-Qur’an? Karena Al-Qur’an adalah modal utama dalam mempelajari ilmu agama dan banyak keutumaan-keutamaan di dalamnya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dikatakan  خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه (Sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya).

Ini sebagai bukti bahwa tidak ada manusia yang lebih baik jika dia jauh dari Al-Qur’an. Karena dalam hadis ini jelas bahwa yang paling baik adalah yang belajar dan mengamalkan Al-Qur’an.

Dalam Surah Yunus ayat 57 Allah berfirman يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ  yang artinya “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman”.

Keutamaan Al-Qur’an

Masih relevankah hafalan Al-Qur’an? untuk menjawab pertanyaan tersebut kita simak  4 keutamaan belajar Al-Qur’an di dalam Surah Yunus ayat 57.

Pertama sebagai pelajaran, istimewanya pelajaran yang ada dalam Al-Qur’an itu langsung dari Allah. Jadi jika kita membaca Al-Qur’an kita seperti berkomunikasi dengan Allah, apalagi kita paham makna dari ayat tersebut.

Kedua sebagai penyembuh bagi orang sakit, sebuah kisah tidak disebutkan namanya yang sedang diisolasi karena penyakit covid 19. Qadarullah beliau lebih duluan sembuh karena sering membaca Al-Qur’an. Di sisi lain ayat-ayat Al-Qur’an di baca untuk menyembuhkan penyakit, para ulama ketika sakit obatnya Al-Qur’an, menjadikan Al-Qur’an sebagai solusi dari semua masalahnya.

Ketiga sebagai petunjuk. Dalam surah yunus Al-Qur’an sebagai petunjuk untuk orang orang beriman. Apakah hanya untuk orang orang beriman saja? dalam surah al Baqarah ayat 2 ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa). Al-Qur’an turun sebagai petunjuk bagi orang orang bertakwa,

Baca juga: Natal dalam Lingkaran Perdebatan

Namun pada surah al Baqarah ayat 185 شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ  (Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda [antara yang benar dan yang batil]).

Keempat Al-Qur’an turun sebagai rahmat. Dalam sejarah jika kita lihat zat yang dekat dengan Al-Qur’an maka dia akan menjadi mulia, yang pertama nabi Muhammad SAW sebelum umur beliau 40 tahun beliau adalah makhluk biasa belum menjadi rasul, tetapi setelah turun wahyu beliau menjadi rasul, meningkat kehormatannya. Kemudian bulan Ramadhan setelah turun Al-Qur’annya menjadi bulan yang mulia.

Mulianya Al-Qur’an

Dari tiga ayat di atas menegaskan kepada kita akan selalu membutuhkan Al-Qur’an hingga akhir hayat. Terlebih di masa sekarang, semakin maraknya teknologi kadangkala membuat manusia semakin menjauh kepada Al-Qur’an. Nabi Muhammad menjadi mulia karena Al-Qur’an, Bulan Ramadhan menjadi mulia juga karena Al-Qur’an. Oleh karena itu, menghafal Al-Qur’an harus terus hidup di era teknologi ini guna meneruskan visi Nabi muhammad agar selalu terjaga ajarannya hingga akhir kiamat

 

 

About Post Author

Pos terkait