Memuliakan Perempuan dalam Pandangan Islam

Islam merupakan agama yang memuliakan perempuan. Dalam perspektif sejarah dapat dibuktikan bagaimana Islam telah mengangkat derajat perempuan, ini dapat dilihat dengan mengkomparasikan kondisi perempuan pra Islam dengan pasca Islam.

Dari perspektif syariat dapat dibuktikan bahwa hakikatnya tidak ada diskriminasi antara laki-laki dan perempuan di hadapan hukum Islam. Perspektif al-Qur’an juga membuktikan bahwa Allah SWT selalu mendudukkan laki-laki dan perempuan dalam posisi yang setara, tidak ada tindak diskriminatif dalam al-Qur’an.

Read More

Berdasarkan tiga perspektif di atas, terbukti bahwa Islam telah mengangkat derajat kaum perempuan, sehingga terjadi kesetaraan perempuan dengan laki-laki.

Atsar-atsar Jahiliyyah

Pada masa jahiliyah, perempuan dianggap hina dan rendah. Bahkan kaum kafir Quraisy sebelum datangnya Islam memiliki tradisi yang buruk terhadap kaum perempuan, di mana beberapa dari mereka mengubur anak perempuan secara hidup-hidup karena dianggap sebagai makhluk yang tidak punya hak dan menjadi aib bagi laki-laki yang istrinya melahirkan anak perempuan.

Perempuan pada masa jahiliyah cendedrung hanya dijadikan sebagai pemuas hawa nafsu laki-laki atau bahkan tidak sedikit yang dijadikan budak semata. Kelahiran Rasullulah SAW yang diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan ajaran Islam juga menyempurnakan akhlak manusia, sebagaimana dalam hadist nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, artinya: “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

Ini membuat keadaan bertahap semakin membaik. Perjuangan Rasulullah SAW menjadikan perempuan memiliki posisi yang mulia dan derajat yang tinggi sebagaimana seharusnya dalam ajaran Islam.

Perempuan Saat Ini

Jika melihat kondisi perempuan di zaman sekarang, tentu sangat berbeda dengan perempuan di zaman Rasulullah SAW, kini perempuan telah merasakan kebebasan atas hak-hak yang telah diperjuangkan di masa lalu. Sayangnya tidak sedikit fenomena perempuan zaman sekarang yang  terjerumus dalam hal-hal yang cenderung negatif.

Disamping itu, kemajuan teknologi yang semakin canggih dapat memudahkan manusia melakukan banyak hal, termasuk hal yang tidak wajar dan bahkan tidak baik. Mirisnya, jika perempuan di zaman jahiliyah dipaksa untuk menjadi pemuas hawa nafsu dan dituntut untuk mengikuti permintaan kaum lelaki, lain halnya dengan perempuan zaman sekarang yang dengan sengaja merendahkan muru’ah-nya semata-mata untuk memenuhi nafsu dan mengikuti trend di era globalisasi ini.

Rendahnya muruah perempuan di zaman sekarang terlihat sangat jelas. Di antaranya, sebagian kaum perempuan dengan kebebasannya untuk memperdagangkan diri dalam balutan gaun yang jauh dari kata syar’i.  Ada juga perempuan dengan kecantikannya terhubung dalam jaringan gelap prostitusi. Ada pula perempuan yang ingin menyamai laki-laki dan ada banyak perempuan yang dengan bangga menjadi pelacur serta hal tersebut bukan menjadi hal yang tabu oleh perempuan.

Belakangan ini media massa digencarkan dengan kasus pelecehan seksual yang semakin hari jumlah korbannya semakin meningkat. Tindakan membuka bahkan mengobral aurat bisa menjadi pemicu perbuatan buruk bagi lelaki yang lemah jiwa dan imannya.

Kesalahan Demi Kesalahan

Penulis memiliki pandangan bahwasanya menggunakan hijab dalam berpakaian merupakan sebuah kewajiban yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk para muslimah. Artinya, menggunakan pakaian yang membuka atau bahkan cenderung mengobral aurat adalah hal yang terlarang dalam pandangan agama. Namun sampai di sini tidak lantas kasus pelecehan seksual yang terjadi adalah sepenuhnya kesalahan perempuan.

Ada sebuah kaidah yang menyatakan “sebuah kesalahan tidak bisa membenarkan kesalahan yang lain.” Kekeliruan seorang perempuan yang menggunakan pakaian dengan aurat terbuka tidak lantas membenarkan kesalahan tindak pelecehan yang diterimanya. Dalam arti dua-duanya (baik laki-laki maupun perempuan) tetap merupakan sebuah tindak kesalahan. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an bahwasanya laki-laki dituntut untuk menundukkan pandangan.

Jadi dalam perspektif Islam perihal pelecehan seksual melihat bahwa perempuan yang memakai pakian dengan aurat terbuka atau cenderung mengobralnya merupakan kesalahan, namun kesalahan yang lebih besar lagi bagi laki-laki yang melecehkannya, karena tentu dosa melecehkan jauh lebih besar.

Related posts