Mendidikan Anak Seperti Tuntunan Nabi Sejak dalam Kandungan

Buah hati merupakan harta yang paling berharga bagi kedua orang tua. Banyak di luaran sana yang harus merogoh koceh untuk konsultasi sana sini demi ingin mendapatkan momongan. Baik atau buruknya anak tergantung dari orangtua (yang paling utama) dan lingkungan sekitar yang ia terima sejak dini. Karena tugas mendidik anak sudah merupakan tanggungjawab yang dibebankan kepada orangtua dan menjadi amanah yang dipikulnya di atas pundak para pendidik, kelak Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban dari mereka.

Anak kecil zaman sekarang sudah jauh berbeda dengan 15-20 tahun yang lalu. Di zaman sekarang yang serba canggih banyak anak yang terlanjur salah didik dari orangtuanya. Karena ada pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Namun, terlepas dari itu tidak jarang juga yang berseberangan dari pepatah tersebut. Lalu, bagaimana cara kita dalam mendidik anak sejak dini?. Bahkan sejak anak masih dalam Rahim seorang ibu?.

Read More

Berdoa saat anak masih dalam Sulbi Ayahnya

Ada cerita ketika orang-orang musyrik dari Thaif menolak ajakan Nabi Muhammad SAW yang menyeru mereka untuk masuk Islam, bahkan para musyrik itu malah mencaci dan melempari beliau dengan batu. Lalu malaikat penjaga gunung menawarkan kepada Nabi untuk menimpakan dua bukit akhbasy (dua bukit di Mekkah) kepada mereka.

Kemudian Nabi SAW yang berhati lembut lagi penyayang menjawab: “Aku berharap semoga Allah SWT mengeluarkan dari tulang sulbi mereka hamba yang menyembah Allah semata-mata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.” (bukhori muslim (2992)). Maka Allah telah merealisasikan harapan Nabi tersebut dengan keislaman anak-anak mereka.

Nabi Muhammad Saw juga memberikan petunjuk kepada kaum muslimin agar melakukan hal-hal yang menghasilkan kemaslahatan bagi anak-anak mereka pada masa mendatang. Maka dari itu Nabi SAW pernah berpesan jika pasangan suami-istri berharap dan menantikan hadirnya buah hati mereka, sudah selayaknya untuk berdoa terlebih dahulu ketika hendak bersenggama. Ketika niat baik dan diiringi dengan menyebut asma Allah SWT, maka yang dilakukan itu bersifat rabbani bukan syaithani

Berdoa untuk anak yang masih berupa Nuthfah

Islam sangat memperhatikan dalam mendidik Anak semasa masih berada di dalam Rahim ibunya, yaitu nafkah yang diperintahkan oleh Islam agar diberikan kepada wanita hamil yang telah ditalak tiga. Nafkah ini sebenarnya untuk bayi yang ada dalam kandungan bukan kepada ibunya, sebab hak nafkah ibunya sudah gugur karena talak ketiga yang dijatuhkan suami kepadanya.

Perhatian lain yang diberikan Islam kepada bayi ialah menjaganya dari hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan semasa dalam Rahim ibunya. Karena itu, ibu yang sedang hamil boleh untuk tidak melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Dua hal di atas dapat menjadi pengingat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya, bahwa Islam sangat memperhatikan dalam hal mendidik Anak, bahkan dari sbeleum anak tersebut lahir ke dunia. Dengan diawali niat beserta doa yang baik, maka itu termasuk dalam mendidik anak.

Related posts