Mengenal Singkat Mathla’ul Anwar (MA)

banner 468x60

Mathlaul Anwar adalah sebuah organisasi masyarakat yang dibentuk oleh tokoh agama pada masa kolonial Belanda setelah runtuhnya kejayaan Kesultanan Banten di tangan penjajah, dengan keadaan masyarakat yang sangat majemuk serta tekanan dari para penjajah maka sebagian tokoh masyarakat Kya,i ulama dan tokoh agama mulai terusik, oleh karena itu mereka memulai kembali Lembaran Baru dengan menghimpun para ulama dan para Kyai untuk mewujudkan rasa kenyamanan, Kedamaian serta memeluk agama Islam dengan tentram.

Runtuhnya Kesultanan Banten pada tahun 1813 oleh Gubernur Jenderal Daendelas, secara otomatis Banten di kekuasaan Belanda serta merubah tatanan pemerintahan, pada saat itu, masyarakat Banten dipaksa untuk mengikuti sistem pemerintahan kolonial yang mana sistem tersebut bertentangan dengan apa yang diharapkan dalam bentuk harmoni sosial masyarakat.

Dengan guncangan dan sistem yang tidak sesuai masyarakat Banten dalam kegalauan, kemungkaran, kemiskinan serta kebodohan menyelimutinya, tentu saja Ini sangat menghawatirkan tatkala Islam sudah Menyatu dengan masyarakat Banten Kini harus terpecah dan mulai muncul kembali keyakinan-keyakinan nenek moyang zaman dahulu.

Pada tahun 1908 Masehi Haji Samanhudi mempelopori yang disebut dengan Syarikat Dagang Islam (SDI), beliau menghampiri dan mendatangi rekan-rekan ulama yang ada di sekitar Menes antara lain ialah Kyai Haji TB. Moh sholeh, Pertemuannya menghasilkan ide dan gagasan yang sangat luar biasa dengan membentuk suatu majelis pengajian yang akan dijalankan bersama sama. dari sinilah muncul sebuah harapan untuk masyarakat Banten, majlis ini terbentuk setelah K.H.E. Moh. Yasin menghadiri sebuah rapat yang diselenggarakan di daerah Bogor oleh para ulama yang memiliki tujuan untuk kehidupan umat yang lebih baik.

setelah terbentuknya Syarikat Dagang Islam serta majlis pengajian yang diasuh bersama-sama para Kiai dan ulama, pada saat itu K.H.E. Moh. Yasin lebih bersemangat lagi untuk memajukan umat melalui pendidikan maka lahirlah sebuah gagasan untuk mendirikan sebuah sekolah pendidikan untuk masyarakat Banten, yang dulu merasakan kemiskinan, kebodohan serta kejumudan yang ada di tengah-tengah masyarakat sehingga muncullah sebuah harapan sinar yang akan menerangi nya di kemudian hari maka dengan inilah terbentuk sebuah nama mathlaul Anwar yang artinya tempat terbitnya cahaya.

sebuah nama yang sangat indah K.H.E. Moh. Yasin memutuskan untuk mengadakan musyawarah bersama para Kiai dan ulama untuk memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat Banten serta mendapatkan keputusan untuk memanggil kembali pemuda yang sangat dinantikan yang belajar agama Islam di Mekah Al Mukaromah dan beliaupun berguru kepada salah satu ulama yang sangat terkenal yang berasal dari Banten yaitu Syekh Muhammad Nawawi Al Bantani, pemuda yang belajar Kepada beliau adalah Kyai Haji Mas Abdurrahman Bin mas Jamal lahir pada tahun 1868 M di kampung janaka Kecamatan Jiput Kawedanan Caringin kabupaten Pandeglang presiden Banten.

Mas Abdurrahman Bin Mas Jamal kembali ke Banten pada tahun 1910 Masehi dari tanah suci untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan dari gurunya, serta akan membantu para Kiai dan ulama sepuh di Banten maka harapan para ulama kala itu agar membawa umat Islam keluar dari alam gelap gulita di jalan yang terang benderang. Pada tahun 10 Juli 1916 Masehi para Kyai mengadakan suatu musyawarah untuk membuka sebuah lembaga Islam dalam bentuk madrasah yang akan dimulai kegiatan belajar mengajarnya pada bulan Syawal bertepatan 9 Agustus 1916. Terpilihlah Kyai Haji Mas Abdurrahman Bin mas Jamal sebagai mudir untuk memimpin kemajuan madrasah yang telah dimusyawarahkan oleh para ulama.

Tokoh ulama pendiri mathlaul Anwar adalah:
Kyai Tb Soleh
Kyai Haji Muhammad Yasin
Kyai Tegal
Kyai Haji Mas Abdurrahman Bin Mas Jamal
Haji Abdul Mu’ti
Haji Soleman Cibinglu
Haji Daud
Haji Rasyidi
Danawi
Haji mustaghfiri
Perjuangan para pendiri Mathlaul anwar sungguh luar biasa mereka merelakan jiwa dan raga menghadapi tekanan para kolonial serta mata-mata pemerintah belanda, yang pada akhirnya para pendiri dan kader memutuskan untuk menyebarkan ke pedalaman daerah banten untuk memperluas gerakan Mathlaul anwar.
Pemerintahan belanda semakin geram dan semakin marah karena Mathlaul anwar terus berkembang dan terus meluas sampai keresidenan lampung, dengan tekanan dari pemerintah justru membuat para pendiri dan kader Mathlaul anwar termotivasi dalam menyebarkan islam dan organisasinya sampai saat ini Mathlaul anwar masih berdiri tegak dan memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui pendidikan, sosial, dan ekonomi. Tentu saja semua visi dan misi Mathlaul anwar akan terus memberikan kemaslahatan umat.

Related posts