Menjaga Persatuan Dan Kesatuan Telaah Q.S Ali-Imran ayat 105

Persatuan dan kesatuan

Merupakan sila ke 3 yang mana terdiri dari berbagai macam suku bangsa mulai dari suku Madura, Jawa, Sunda dan lain-lain. Ada juga berbagai macam agama yakni Islam, Kristen, Hindu dan lain-lain serta perbedaan wilayah. Persatuan dan kesatuan bangsa merupakan posisi paling panting dalam sejarah. Seperti sejarah yang tidak terlupakan yaitu kemerdekaan Indonesia yang mana rakyat Indonesia terutama arek-arek Suroboyo yang ikut berpartisipasi merebutkan kembali Tanah Air Indonesia dengan adanya persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia bisa merebut kembali Tanah Air Indonesia. Sehingga dalam hal ini persatuan dan kesatuan merupakan makna yang sangat berkesan dalam sejarah Indonesia.

Persatuan dan Kesatuan juga meliputi keanekaragaman. Keanekaragaman juga memiliki dampak positif dan negatif. Adapun faktor untuk memperkuat persatuan dan kesatuan adalah adanya kesejahteraan kehidupan bangsa. Sedangkan faktor adanya perpecahan persatuan dan kesatuan adalah adanya perbedaan pendapat atau ketidaksesuaian dalam berargumen. Dalam hal ini untuk menumbuhkan atau memperkuat persatuan dan kesatuan untuk bangsa generasi selanjutnya diperlukan untuk menanamkan nilai persatuan dan kesatuan pada anak sekolah yang mana sebagai bentuk menumbuhkan sikap gotong royong yang dimulai dari lingkungan terkecil terlebih dahulu.

Tempat Inspirasi adalah Sekolah

Sekolah adalah tempat untuk memperoleh inspirasi, terutama nilai-nilai persatuan dan kesatuan, yang penting bagi setiap anak dalam menghargai perbedaan tanpa perbandingan. Pembelajaran ini sangat relevan di sekolah dasar, mengingat anak-anak pada usia ini memiliki daya ingat yang kuat dan kemampuan memahami materi dengan baik. Nilai-nilai persatuan dan kesatuan, yang esensial bagi semua, tak hanya pelajar, melainkan juga masyarakat luas dari berbagai latar belakang, mencakup saling membantu, memberi nasihat atau argumen positif, serta menghormati dan menghargai pendapat orang lain.

Allah berfirman dalam surah Ali-Imran ayat 105:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ۙ ١٠٥

“Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang sangat berat”.

Ayat diatas menyindir kelompok kaum Yahudi dan Nasrani yang dimana keduanya saling berselisih. Allah melarang orang-orang beriman khususnya kepada kaum muslim untuk tidak melakukan sesuatu yang membuat saling berselisih antara satu sama lain. Karena pada mulanya kejadian tersebut disebabkan karena hawa nafsu dan keinginan mereka sendiri sehingga menjadikan saling membunuh dan mengkafirkan satu sama lain.

Penguatan Ayat

Ayat tersebut menegaskan isi Surah Ali-Imran ayat 104: orang beriman yang bersatu mendapat keberuntungan dan nikmat di dunia dan akhirat, sedangkan yang sesat mendapat celaka dan siksa. Adapun perselisihan yang dimaksud ayat tersebut adalah perselisihan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip ajaran agama. Oleh karena itu, Allah memperingatkan agar umat Islam tidak terjerumus ke jurang perpecahan.

Pada dasarnya hidup pasti ada perselisihan perbedaan pendapat walaupun itu tidak mutlak karena prinsip dan tujuan. Tetapi apabila kelompok-kelompok tersebut berselisih terkait prinsip dan tujuan. Maka dari itu, tidak diperbolehkan begitupun sebaliknya jika tidak ada prinsip dan tujuan dan hanya sekedar berselisih maka itu masih di tolerir. Adanya ayat tersebut merupakan ancaman kepada kaum muslim dan jika dilakukan maka akan mendapatkan siksa yang berat dari Allah Swt.

Dalam hadis Rasulullah Saw juga mengancam orang-orang yang memecah belah persatuan umat dengan ancaman pedang. Perihal apa yang sudah tercantum dalam ayat bukan berarti sekedar tulisan melainkan juga martabat yang harus dijaga. Sehingga adanya ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan turunnya ayat ini mengingatkan umat muslim untuk terus memposisikan persatuan dan kesatuan dalam hal apapun. Hal ini dipegang teguh sejak zaman sahabat agar tidak menimbulkan kehancuran dan pecah-belah sesama muslim.

Dapat disimpulkan penafsiran ayat diatas tidak jauh berbeda dengan persatuan dan kesatuan yang dimana sebagai manusia sudah sepatutnya menjaga kemaslahatan bersama. Dalam hidup juga pasti adanya perbedaan pendapat dan perselisihan masing-masing kelompok. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Namun di dalam al-Qur’an sebagian ulama’ mengatakan bahwa adanya perselisihan jika berkaitan dengan prinsip dan tujuan maka tidak diperbolehkan bahkan dilarang. Namun jika perselisihan tersebut tidak menimbulkan prinsip dan tujuan semata-mata hanya berbeda pendapat saja maka itu hal biasa.

Terpecahnya persatuan dan kesatuan ini tak lain sebab perselisihan misalnya karena tergila-gila jabatan, kehormatan dan lain-lain. Yang terbawa oleh hawa nafsu sendiri. Memperkuat persatuan dan kesatuan memerlukan dukungan bersama, mendengarkan dan menerima pendapat tanpa dendam. Meski tampak sulit, bersama-sama hal ini lebih mudah, terutama bagi mahasiswa yang menggabungkan ilmu pendidikan dan kebudayaan. Sehingga dapat membantu menjaga persatuan dan kesatuan negara Indonesia. Cara dalam menjaga persatuan dan kesatuan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang paling utama adalah toleransi.

Related posts