Metode Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab

Metode penelitian pengembangan bahasa Arab
https://id.wikipedia.org/wiki/Jurnal

Metode Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab. Artikel ini mencoba mengetengahkan beberapa hal yang terkair dengan Metode Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab.  Ilham utama penulisan artikel ini adalah dari jurnal yang ditulis oleh Sigit Purnama dengan judul Metode Penelitian Dan Pengembangan (Pengenalan Untuk Mengembangkan Produk Pembelajaran Bahasa Arab) . Jurnal tersebut diterbitkan oleh jurnal Literasi tahun 2013.

Problem yang paling mendasar dalam pendidikan kita adalah produktivitas yang masih rendah, relevansi yang kurang, dan kualitas yang masih perlu perbaikan. Tidak terkecuali  dalam hal pembelajaran bahasa Arab yang juga masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa-bahasa yang lain.

Baca: Psikolinguistik Sejarah Pembelajaran Bahasa

Berdasarkan realitas tersebut, maka untuk meningkatkan taraf kualitas pembelajaran bahasa Arab pada tingkatan yang lebih tinggi, maka setiap kerja untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dibutuhkan rangkaian riset penelitian. Secara umum yang sudah lumrah, metode penelitian diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu metode kuantitatif, metode kualitatif dan metode R&D (research and development).

Pengertian

Metode penelitian dan pengembangan (research and development) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. Bukan hanya itu, langkah penelitian ini dilakukan juga pengujian keefektifannya. Asim mengatakan bahwa penelitian pengembangan dalam pembelajaran adalah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Baca juga: Imam al-Kisai dan Mozaik Pemikiran Pendidikannya

Dari pengertian-pengertian yang ada, penelitian pengembangan di bidang pendidikan adalah suatu jenis penelitian yang memiliki tujuan untuk menghasilkan berbagai produk untuk pembelajaran. Di mana rangkaiannya diawali dengan analisis kebutuhan, pengembangan produk, evaluasi produk, revisi, dan penyebaran produk (disseminasi).

Langkah-Langkah

Metode Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab. Dalam ranah penelitian dan pengembangan pembelajaran Bahasa Arab, langkah-langkah di atas akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Potensi dan Masalah

Penelitian dapat bermula dari adanya sebuah potensi dan masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang apabila didayagunakan akan mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih. Sedangkan masalah adalah sebuah penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi (anomaly).

Sebagai contoh misalnya, belum tersedianya program pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum atau sudah tersedia tetapi tidak interaktif dan kurang menarik. Masalah ini dapat diatasi dengan R&D dengan cara mengembangkan sendiri sebuah produk pembelajaran bahasa Arab yang interaktif.

  1. Pengumpulan Data

Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.

  1. Desain Produk

Produk-produk yang dihasilkan melalui penelitian R&D dalam hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab, yaitu siswa memiliki kompetensi berbahasa yang terkait dengan empat keterampilan berbahasa (maharatul al-lughah), termotivasi belajar bahasa Arab. Rancangan produk tersebut dibuat berdasarkan penilaian terhadap produk lama sehingga dapat ditemukan kelemahan-kelemahan terhadap produk tersebut.

  1. Validasi Desain

Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini program multimedia pembelajaran bahasa Arab yang baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta di lapangan.

Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang telah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Kaitannya dalam pengembangan ini minimal ada dua orang pakar dalam bidang media dan materi. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut, sehingga diketahui kelemahan dan kekuatannya. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. Sebelumnya peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai dikembangkannya produk tersebut.

  1. Perbaikan Desain

Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar media dan materi, maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk diminimalisir dengan cara memperbaiki desain. Yang bertugas memperbaik desain adalah peneliti itu sendiri yang akan menghasilkan produk tersebut.

  1. Ujicoba Produk

Produk program multimedia pembelajaran bahasa Arab dapat langsung diujicobakan setelah divalidasi dan revisi. Uji coba tahap awal dilakukan dengan simulasi penggunaan program pembelajaran tersebut. Setelah disimulasikan, maka dapat diujicobakan pada kelompok yang terbatas. Pengujian dilakukan dengan tujuan mendapat informasi apakah program tersebut lebih efektif disbanding dengan produk yang lama.

  1. Revisi Desain

Jika pengujian efektivitas program pembelajaran baru pada sampel yang terbatas tersebut menunjukkan bahwa program pembelajaran baru ternyata lebih efektif dari program pembelajaran lama atau sebelum menggunakan menggunakan program pembelajaran. Jika perbedaan sangat signifikan maka program pembelajaran tersebut dapat diberlakukan pada kelas yang lebih luas di mana sampel tersebut diambil.

  1. Uji Coba Pemakaian

Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang berupa program pembelajaran baru tersebut diterapkan dalam lingkup pendidikan yang lebih luas, bahkan untuk skala nasional. Dalam operasnya, program tersebut tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna perbaikan lebih lanjut dan secara terus menerus.

  1. Revisi Produk

Revisi produk dilakukan apabila dalam pemakaian produk lembaga pendidikan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan. Menurut Sugiyono, dalam uji pemakaian, sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini program pembelajaran bahasa Arab. Dengan demikian dapat diketahui kelemahan-kelemahan yang ada sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan dan pembuatan produk baru lagi.

  1. Pembuatan Produk masal

Apabila produk program pembelajaran baru tersebut telah dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian maka produk tersebut dapat diterapkan pada setiap lembaga pendidikan. Produk tersebut juga dapat diproduksi secara masal untuk disebarluaskan di pasaran.

Laporan Penelitian Research and Development

Metode Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab. Seperti dijelaskan di muka bahwa metode penelitian dan pengembangan (research and development/ R&D) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru dan selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut. Oleh karena itu, laporan penelitian yang dibuat harus selalu dilampiri dengan produk yang dihasilkan berikut spesifikasi dan penjelasannya.

Untuk produk program mulitimedia pembelajaran hendaknya dilampiri keterangan konfigura komputer yang mendukung produk tersebut. Lampiran berupa produk tersebut juga perlu dibuatkan buku tersendiri dan diberikan penjelasan tentang keunggulan produk berdasarkan hasil uji coba, secara cara mengoperasikannya.

Related posts