Nabilah Lubis, Srikandi Bahasa Arab di Bumi Pertiwi

Sumber Foto: bincangsyariah.com

Di kalangan akademisi pembalajaran bahasa Arab di Indonesia, terdapat tokoh perempuan yang sangat tersohor nama dan kiprahnya. Beliau adalah Nabilah Lubis, seorang diaspora yang berasal dari negeri Musa. Sejak perkawinannya dengan Burhanuddin Lubis beliau memiliki citizenship Indonesia dan diangkat langsung menjadi aparatur sipil negara bersama suaminya. Kiprahnya dalam dunia pendidikan di Indonesia tidak diragukan lagi. Khususnya dalam bidang pengembangan bahasa Arab di bumi pertiwi.

Karir dedikasinya dimulai di kampus Uin Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 199. Beliau mendapat amanat untuk mengembangkan perpustakaan di universitas tersebut. Menerima mandat sebagai developer perpustakaan bukanlah sebuah hal yang mudah, mengingat kondisi perpustakaan pada waktu itu jauh dari kata lengkap dan sempurna. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah beliau untuk mewujudkan perpustakaan yang ideal untuk para civitas akademika.

Read More

Setali tiga uang dengan latar belakang beliau yang notabenenya sebagai lulusan strata satu di Kairo-Mesir dengan spesialisasi bidang kearsipan dan manuskrip kuno. Dilansir dari majalah Alo, beliau sangat aktif dalam menghadiri berbagai even nasional maupun  internasional yang mana dalam even tersebut memiliki kaitan dalam pengembangan dakwah bahasa Arab, misalnya:

  1. Acara “Gebyar Bulan Bahasa Arab di Indonesia” (Mahrajân Syahru Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Bi Indunisiyâ) yang mana acara ini dimeriahkan dengan berbagai perlombaan di berbagai kampus di Indonesia dan juga terdapat beberapa seminar seputar Bahasa Arab di Indonesia.
  2. Konferensi Internasional III yang bertajuk “Shahwah ‘Ālamiyyah Lil Ihtimâm Bi Al-Lughah Al-‘Arabiyyah” (Kebangkitan Internasional Untuk Memerhatikan Bahasa Arab) yang diselenggarakan di kota Dubai. Dalam konferensi ini dihadiri sekitar 1500 peserta yang berasal dari 76 negara. Adapun sesi diskusi dalam konferensi kali ini sebanyak 476 judul yang membahas seputar bahasa Arab dan kurikulum pembelajarannya. Nabilah Lubis berkontribusi dalam konferensi kali ini dengan menyajikan makalah yang bertajuk “Tarjribah Fí Nasyri Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Fí Balad Ghairi Nâthiq Bihâ”. Selain itu, turut pula putrinya Amaniy Lubis menyajikan makalah yang bertajuk “Daur Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Wa Tsaqâfatihâ Fí Tathwíri Al-Majâlai Al-Ta’lím Wa Al-Fikr Al-Islâmíy.

Eksistensi Majalah Alo tidak terlepas dari perjuangan Nabilah Lubis, beliau adalah inisiator utama dalam pembuatan majalah ini. Di sisi lain, beliau juga merangkap sebagai redaktur dan penyunting teks. Majalah ini merupakan majalah yang konsisten selama 20 tahun di Indonesia yang terbit menggunakan bahasa Arab. Tujuannya adalah sebagai media informasi untuk negara Indonesia dan dunia Arab. Selain itu juga, majalah Alo sebagai medium untuk berlatih bahasa Arab kontemporer yang sarat dengan tema-tema nusantara. Pada bulan  nopember 2014, majalah Alo mendapat penghargaan dari Markaz Malik ‘Abdullah Ad-Dauly Li Khidmati Al-Lughah Al-‘Arabiyyah pada saat acara penutupan acara “Gebyar Bulan Bahasa Arab”  di aula Universitas Negeri Malang.

Related posts