Pengaruh Filter inverted

Sejak munculnya filter inverted pada aplikasi TikTok, banyak pengguna aplikasi TikTok yang menjadi tidak percaya diri pada wajahnya. Filter inverted ialah filter yang membalikkan gambar di kamera penggunanya untuk menunjukkan bagaimana orang lain melihat kita. Jadi, filter ini sama seperti ketika kamu menggunakan kamera belakang. Saat mencoba filter inverted ini kamu bisa tahu apakah wajahmu simetris atau tidak simetris (asimetris).

Filter ini sekarang memiliki lebih dari 300 juta views pada tagar dengan jutaan video dari para pengguna yang mencobanya. Banyak dari para pengguna filter ini yang terkejut dengan wajah simetris mereka dan beberapa pengguna filter inverted ini juga terkejut dengan wajah asimetris mereka. Hal ini menjadi suatu kejutan bagi para pengguna filter karena mengetahui bahwa wajah yang biasa dilihatnya di cermin berbeda dengan wajah yang dilihat saat menggunakan filter inverted pada aplikasi TikTok tersebut.

Dampak dari filter inverted yang dapat menurunkan rasa percaya diri dan kesehatan mental bagi penggunanya sangatlah besar. Akibatnya banyak dari pengguna aplikasi TikTok yang mulai mengkhawatirkan wajah asimetris yang dilihatnya setelah mencoba filter inverted ini. Meskipun dokter mengklaim bahwa hampir tidak mungkin untuk memiliki wajah simetris dan pada dasarnya muka tidak simetris adalah hal yang normal.

Sebuah penelitian tahun 2015 di halaman Medical News Today, menemukan bahwa bentuk wajah asimetris adalah hal lazim di masyarakat. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa 12 sampai 37 persen dari pasien ortodontik di Amerika Serikat (AS) memiliki bentuk wajah yang asimetris. Tren dari filter inverted ini telah menciptakan kecemasan bagi banyak orang tentang betapa asimetrisnya wajah mereka.

Apa saja penyebab bentuk wajah asimetris?

Berikut ini adalah beberapa penyebab bentuk wajah asimetris, yaitu:

  1. Faktor genetik

Jika ada salah satu keluarga yang memiliki bentuk wajah asimetris, maka hal ini bisa diturunkan kepada anggota keluarga lainnya. Jadi, bisa kamu perhatikan apakah ada anggota keluargamu yang memiliki bentuk wajah yang asimetris.

 

  1. Mengunyah makanan hanya pada salah satu sisi

Aktivitas berlebihan pada salah satu sisi mulut saja menyebabkan hipertrofi yaitu pembesaran atau peningkatan ukuran otot pada bagian tertentu. Jadi jika kita hanya mengunyah makanan pada salah satu sisi saja, di sisi yang lain, pipi lainnya akan terlihat lebih kecil.

Hal ini dikarenakan salah satu sisi mulut yang sering digunakan untuk mengunyah makanan akan mengubah komposisi lemak dan otot serta hal tersebut akan mempengaruhi bentuk tulang pipi dan rahang. Maka dari itu, cobalah untuk mengunyah makanan secara bergantian, tidak hanya pada satu sisi saja, untuk menyeimbangkan aktivitas otot di kedua sisi wajah (Sintia Dwi Adinda, 2021).

 

  1. Kerusakan akibat sinar matahari

Seiring bertambahnya usia, paparan sinar UV dapat menyebabkan bintik-bintik atau noda pada wajah, dan kulit. Kerusakan akibat sinar matahari terkadang jarang sekali menyebar rata ke seluruh wajah, terutama jika anda bekerja di luar ruangan atau menghabiskan banyak waktu untuk mengemudi.

Kerusakan akibat sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan pada salah satu sisi atau salah satu area wajah saja, hal itu juga dapat menyebabkan wajah menjadi asimetris atau tidak simetris. Maka dari itu, jangan lupa mengenakan tabir surya atau sunscreen setiap hari untuk melindungi kulitmu dari kerusakan akibat sinar matahari.

 

  1. Perawatan gigi

Mencabut gigi, menggunakan gigi palsu, atau memasang veneer pada gigi dapat mengubah struktur dan tampilan otot-otot pada wajah. Tidak ada salahnya untuk kamu melakukan perawatan gigi seperti yang sudah disebutkan. Akan tetapi, perawatan gigi seperti menggunakan gigi palsu dan veneer gigi memang dapat mengubah kontur pada wajah yang dapat menyebabkan wajah menjadi tidak simetris.

 

  1. Tidur posisi menyamping

Tidur dalam posisi menyamping atau miring memang memiliki beberapa manfaat baik bagi kesehatan. Misalnya jika tidur menyamping ke kanan, maka akan mengurangi beban jantung. Dan jika tidur menyamping ke kiri, manfaatnya yaitu dapat mencegah mendengkur. Akan tetapi kebiasaan dari tidur dalam posisi menyamping atau miring yang dilakukan berkelanjutan dan hanya pada salah satu sisi saja dapat menyebabkan sisi yang lainnya tertekan, hal itu dapat membuat wajah menjadi tidak simetris. Alangkah baiknya mulai sekarang cobalah untuk mengganti posisi tidur menyamping atau miring secara bergantian. Tidak melulu tidur menyamping ke sebelah kanan maupun ke sebelah kiri.

 

  1. Bertopang dagu

Siapa dari kalian yang memiliki kebiasaan bertopang dagu? bertopang dagu adalah kebiasaan yang sering dilakukan, misalnya bertopang dagu sambil melamun. Hal yang harus kamu ketahui bahwa kebiasaan bertopang dagu dapat membahayakan kesehatan karena hal ini dapat menyebabkan bergesernya tulang hyoid yang terletak di sekitar leher dan di antara dagu dan cartilage thyroid. Bertopang dagu juga dapat membuat sendi rahang menjadi tertekan akibatnya jika hal ini dibiarkan secara terus menerus maka akan membuat posisi rahang bergeser dan miring. Akibatnya wajah kamu bisa menjadi tidak simetris jika terlalu sering bertopang dagu. Kurangi kebiasaan bertopang dagu ya! misalnya saat sedang melamun.

 

Nah itu dia beberapa penyebab dari bentuk wajah asimetris atau tidak simetris.

Asimetris pada wajah bisa menjadi bagian dari apa yang membuat diri kamu cantik, menarik dan unik. Jangan jadikan keasimetrisan wajah sebagai suatu hal yang dapat mengurangi kepercayaan diri kamu. “Kamu cantik apa adanya”. Ketahuilah jika wajah asimetris adalah hal yang normal dan mayoritas orang memiliki wajah yang tidak simetris. Jadi, jangan insecure atau tidak percaya diri lagi ya!

 

Related posts