PENILAIAN: Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Dalam Pembelajaran Bahasa Arab

PENILAIAN: Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
PENILAIAN: Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
banner 468x60

Penulis : Prof. Dr. Moh. Ainin, M.Pd
Editor : Tim CV. Bintang Sejahtera
Desain Cover : Tim CV. Bintang Sejahtera
Cetakan : Juni 2020
ISBN : 978-602-1150-38-2
Tebal : X + 132
Ukuran Buku : 17,5 x 24,5

PENILAIAN

Penilaian merupakan unsur yang esensial dalam dunia pedagogi. Pada dasarnya penilaian berfungsi sebagai feedback untuk mengamati sejauh mana keberhasilan peserta didik dalam menjalani proses suatu pembelajaran. Di antara aspek krusial penilaian dalam pembelajaran adalah kognitif (intelektual dan pengetahuan), afektif (motivasi, antusias, dan sikap), dan psikomotorik (keterampilan). Ketiga aspek tersebut saling bersinergi dalam diri peserta didik dalam proses pembelajaran.

Fungsi Penilaian

Selain itu, Ainin mengemukakan (2020: 6-12) secara detail fungsi penilaian adalah:

1) sebagai alat ukur hasil belajar

2) sebagai alat untuk mengetahui tujuan pembelajaran,

3)sebagai alat untuk mengetahui tingkat keberhasilan guru atau pengajar,

4) sebagai alat untuk menentukan materi ajar dan kompetensi yang harus dipelajari,

5) sebagai alat penentu kenaikan kelas,

6) sebagai bukti valid untuk wali murid,

7) sebagai alat untuk klasifikasi peserta didik berdasarkan kapasitas,

8) sebagai alat untuk mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik,

9) dan sebagai alat untuk menilai kualitas tes.

Penilaian dalam sebuah pembelajaran pada era revolusi industri 5,0 sudah seharusnya diarahkan pada level HOTS (Higher Order Thinking Skills). Khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab, baik di tingkat sekolah maupun di tingkat lanjutan. Pangajar dan peserta didik dituntut untuk mampu memberdayakan kapasitas diri dan mendayagunakan teknologi. Namun, hal tersebut bukanlah hal yang mudah – dibutuhkan banyak perbaikan berbagai aspek dalam komponen pembelajaran.

Lebih lanjut Ainin menuturkan (2020: 16-20) terdapat 3 aspek permasalahan yang dihadapi dalam penilaian pembelajaran bahasa Arab di antaranya:

1) alokasi waktu mata pelajaran bahasa Arab yang terbatas di sekolah atau madrasah,

2) miskonsepsi dalam memaknai buku ajar,

3) ambiguitas kompetensi dasar dalam kurikulum atau silabus. Jika diamati persoalan seputar penilaian bisa dikatakan sebagai masalah yang pelik, dan butuh pemecahan yang integral. Bahkan sampai saat ini banyak para guru yang mengajar di sekolah yang masih mengalami kesulitan dalam penerapan evaluasi dalam proses pembelajaran berbasis HOTS.

Biasanya problem yang lumrah dialami adalah minimnya sumber daya guru, lemahnya motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar, dan sarana prasarana sekolah yang kurang mumpuni. Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan mentoring atau pendampingan secara kontinuitas oleh para ahli di lapangan dalam membersamai
tenaga pendidik dalam mengaplikasikan sistem penilaian yang ideal menurut HOTS.
Berkaca pada masalah yang terjadi di lapangan dalam hal penilaian, khususnya di tingkat sekolah maupun lanjutan, hadir sebuah buku yang fokus menjawab kebingungan para guru atau pendidik yang berkecimpung dalam pembelajaran bahasa Arab. Buku ini ditulis oleh Guru Besar di Fakultas Sastra Jurusan Sastra Arab, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang.

Buku ini disajikan dalam empat bab, yang

pertama berisi pendahuluan yang meliputi:

a) Kedudukan Penilaian dalam Pembelajaran,

b) Fungsi Penilaian,

c) Perkembangan Historis Penilaian dalam Pembelajaran Bahasa Arab,

d) Permasalahan Penilaian dalam Pembelajaran Bahasa Arab.

Bab kedua berisi hakikat penilaian yang meliputi:

a) Tes, Pengukuran, dan Penilaian,

b) Karakteristik Tes yang Baik,

c) Ranah Penilaian dalam Pembelajaran Bahasa Arab.

Bab ketiga berisi penilaian berpikir tingkat tinggi yang meliputi:

a) Penilaian dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Sekolah,

b) Ranah Capaian Pembelajaran,

c) Relevansi Penilaian Berpikir Tingkat Tinggi dalam PBA di Sekolah/Madrasah,

d) Prinsip Penilaian Berpikir Tingkat Tinggi,

e) Langkah-Langkah Menyusun Tes Bahasa Arab Berbasis HOTS. Adapun bab terakhir membahas implementasi HOTS dalam pembelajaran bahasa Arab yang meliputi empat kemahiran dasar (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) serta tata bahasa Arab.

Kehadiran buku Penilaian HOTS ini mampu memberi pencerahan dan menjawab pertanyaan yang menghantui pikiran para pengajar?, apakah penilaian HOTS bisa diaplikasikan secara tepat di lapangan?. Di sisi lain, buku ini mampu menjadi rujukan yang esensial bagi tenaga pendidik dan pemerhati bahasa Arab pada khususnya serta civitas akademika pada umumnya. Desain kover buku ini elegan dan penggunaan warnanya pun multicolour. Gambar yang tertera pada sampul sangat representatif, yaitu berupa kepala manusia yang dipenuhi berbagai tanda panah yang beraneka warna. Hal tersebut seolah mengasosiasikan bahwa otak merupakan anggota tubuh yang berfungsi untuk berpikir. Kelebihan yang dimiliki buku ini adalah bahasa yang digunakan jelas dan mudah dipahami oleh para akademisi. Terdapat juga daftar tabel, bagan, dan gambar yang terletak pada halaman prawacana yang memudahkan pembaca dalam memahami poin-poin penting yang terdapat di dalamnya. Selain itu, buku ini dilengkapi latihan pada akhir tiap bab. Pada aspek lain, buku ini dilengkapi cara atau langkah-langkah dalam menyusun tes bahasa Arab berbasis HOTS (halaman 98) dan penerapan HOTS pada empat kemahiran dalam pembelajaran bahasa Arab dan gramatika (halaman 105-119). Hal tersebut tentunya memudahkan pembaca dalam memahami materi yang telah dibaca dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran bahasa Arab. Bisa disimpulkan bahwa buku ini dikemas dalam sebuah kolaborasi yang pas antara teori dan praktik nyata. Selamat membaca dan mempraktikkan penilaian berbasis HOTS di dunia nyata (pendidikan).

Pos terkait