Isim Tafdhil: perbandingan kata sifat bahasa Arab

Ismu Tafdhil: Perbandingan kata sifat dalam bahasa Arab
Ismu Tafdhil: Perbandingan kata sifat dalam bahasa Arab

Isim Tafdhil: pengertian dan contoh perbandingan kata sifat dalam bahasa Arab

Dalam bahasa Inggris, comparison of adjectives merupakan istilah untuk menjelaskan tingkat perbandingan dalam kata sifat. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, kalimat perbandingan menunjukan terkait perbedaan dan persamaan dari dua kata yang memiliki kekurangan dan kelebihan. Kata yang menjadi perbandingan bisa berbentuk suatu benda, kalimat ataupun lain sebagainya. Dalam bahasa Arab, perbandingan kata sifat tertuang dalam bahasan isim tafdhil.

Pengertian

Isim tafdhil merupakan penunjuk kepada dua perkara yang memiliki sifat yang sama dan salah satunya memiliki kelebihan dari pada yang lain dalam sifat tersebut. Pola kata dalam isim tafdhil yaitu mengikuti (أَفْعَلُ). Ciri perbandingan kata sifat dalam bahasa Arab yaitu mengikuti pola kalimat (أَفْعَلُ) untuk kata yang memiliki jenis mudzakkar. Sedangkan untuk kata yang berjenis muannats mengikuti pola (فُعْلَى).
Adapun contoh dari isim tafdhil dalam bahasa Arab yaitu sebagai berikut

Read More

الْمَدْرَسَةُ أَكْبَرُ مِنَ البَيْتِ

(Sekolah itu lebih besar dari rumah)

Dari contoh di atas, kata أَكْبَرُ  merupakan isim tafdhil, karena menunjukkan keterangan kata sifat yang ‘lebih’ diantara dua kata. Kata الْمَدْرَسَةُ memiliki sifat ‘lebih besar’ dari kata البَيْتِ. Dalam kaidah perbandingan kata sifat dalam bahasa Arab, Isim atau kata yang memiliki sifat ‘lebih’ daripada kata yang lainnya dan terletak sebelum isim tafdhil  merupakan mufadhdhal.  Sedangkan Isim atau kata benda setelah isim tafdhil merupakan mufadhdhal ‘alaih.

Salah satu struktur kalimat yang harus diperhatikan dalam melihat perbandingan kata sifat dalam bahasa Arab yaitu isim tafdhil tidak berawalan dengan huruf ‘ال’. Dari contoh di atas dapat terlihat bahwa setelah isim tafdhil أَكْبَرُ  terdapat mufadhol ‘alaih البَيْتِ  yang majrur (ــِـ) karena salah satu huruf jar yaitu مِنْ. Ketentuan dari kaidah ini yaitu isim tafdhil harus dalam keadaan mufrod (kata tunggal) dan mudzakkar.

Kaidah lainnya yang tak kalah penting, yaitu bahwa isim tafdhil ketika berawalan huruf ‘ال‘, maka pola kalimatnya mengikuti kata yang menjadi mufadhdhal dan tidak menyebutkan mufadhdhal ‘alaih. Contoh dalam kalimat sebagai berikut

الطَّالِبُ الْأَكْبَرُ ذَكِيٌّ

(Murid yang paling tua itu pintar)

Kata الْأَكْبَرُ  merupakan isim tafdhil. Pola kata الْأَكْبَرُ mengikuti kata الطَّالِبُ yang berkedudukan sebagai mufadhdhal. Kemudian mufadhol ‘alaih tidak terlihat dalam contoh kalimat di atas.

Referensi:

Dr. Fuan Ni’mah, Mulakhkhosh Qowaid al-Lughah al-‘Arabiyyah

_________________________________

Untuk cek artikel sebelumnya bisa click disini

Punya naskah tapi bingung cari penerbit ? click disini

Related posts