Sejarah Perayaan Idul Fitri Dan Tujuannya Bagi Umat Islam

  • Whatsapp

 

Bagi umat islam perayaan idul fitri merupakan suatu hal yang wajib dan tidak boleh dilewatkan begitu saja. Banyak tradisi yang dilakukan oleh umat islam saat hari raya idul fitri seperti bermaaf-maafan, berbagi hadiah, sampai bersilaturahim kepada sanak saudara, dan kegiatan tersebut merupakan bagian dari perayaan idul fitri.

Idul fitri sendiri dilaksanakan setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan. Oleh sebab itu perayaan idul fitri memiliki makna yang tersendiri bagi seluruh umat islam. Hari raya idul fitri merupakan suatu perayaan yang dilakukan oleh umat islam atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang dapat menghilangkan pahala puasa.

Dalam sejarah islam, perayaan idul fitri sendiri pertama kali diselenggarakan pada tahun 624 M/ 2 H. Yang mana waktu perayaan tersebut bertepatan dengan selesainya perang Badar yang telah dimenangkan oleh kaum muslimin. Perang yang terjadi pada Ramadhan tersebut dengan jumlah pasukan umat islam yang lebih sedikit dibandingkan dengan kaum kafir, kemudian di ganjar Allah dengan perayaan yang sangat luar biasa dan juga brokah yang dikenal dengan nama idul fitri. Pada hari raya idul fitri umat islam dianjurkan untuk berbuat kebaikan dan juga kemaslahatan. Seperti halnya saat menjelang perayaan idul fitri umat islam diwajibkan untuk menunaikan zakat yang mana zakat tersebut kemudian akan dibagikan kepada para orang-orang penerima zakat. Saat idul fitri , umat islam seluruh dunia akan berkumpul dalam jumlah yang besar, mengenakan pakaian yang baik, dan juga beribadah yang dilakuka secara berjamaah untuk menunjukkan persaudaraan yang universal.

Jauh sebelum islam datang, masyarakat jahiliyah arab telah memiliki dua hari raya, yaitu hari raya nairuz dan hari raya mahrajan. Kedua hari raya tersebut dilakukan dikakukan dengan cara sambutana pesta pora yang tidak bermanfaat, minum khamar, menari, adu ketangkasan termasuk ritual dari  perayaan dalam kedua hari raya tersebut. Kedua hari raya tersebut sejatinya berasal dari zaman Persia kuno, sehingga di kemudian hari Rasulullah mengganti kedua perayaan tersebut dengan hari raya yang lebih baik lagi, yaitu hari raya idul fitri.

Tujuan Perayaan Idul Fitri

  1. Merayakan sebagai tanda berakhirnya ibadah puasa Ramadhan yang dilakukan selama sebulan penuh
  2. Berterima kasih kepada Allah atas turunnya ayat-ayat al-qur’an yang pertama yang diucapkan menjelang akhir bulan Ramadhan
  3. Meohon ampunan kepada Allah atas dosa dan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan
  4. Besyukur kepada Allah dan mengingat semua berkahnya
  5. Untuk melakukan amal kepada orang miskin dan juga membutuhkan yaitu melalui zakat fitrah
  6. Bersyukur kepada Allah atas semua kekuatan yang sudah diberikan kepada kita sehingga dapat mengontrol diri selama bulan puasa penuh untuk mencapai tujuan dari Ramadhan.

Pos terkait