Taubat Nashuha Kepada Allah Subhanahu Wata ‘Ala

Taubat Nashuha Kepada Allah Subhanahu Wata 'Ala
Taubat Nashuha Kepada Allah Subhanahu Wata 'Ala

Pengertian Taubat Nashuha Kepada Allah Subhanahu Wata ‘Ala

Taubat adalah  kembali  sedang Taubat Nashuha Kepada Allah Subhanahu Wata ‘Ala menurut  istilah memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas segala kesalahan atau dosa yang telah dilakukan. tobat juga merupakan   jalan menuju  surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

orang yang melakukan perbuatan dosa baik dosa kecil ataupun dosa besar, dia akan meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk tidak kembali melakukan perbuatan yang tidak terpuji yang selama ini selalu dilakukan tanpa ada rasa takut kepada Allah sang pencipta alam,  tobat sangat diperlukan oleh setiap manusia khususnya adalah umat Islam agar menjadi seorang yang beriman dan bertakwa serta menjalankan seluruh perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhi segala larangannya.

Read More

Taubat Nashuha Kepada Allah Subhanahu Wata 'Ala

Kenapa tobat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala ciptakan?  ini adalah bukti bahwa Allah  sangat cinta kepada hamba-hambanya yang ingin kembali menuju pangkuan sang ilahi robbi,  sebagai manusia yang penuh dosa penuh kemaksiatan bahkan jauh dari ajaran ajaran Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang pernah diajarkan kepada kita semuanya maka cara bertaubat kepada Allah jalan yang akan diridhoinya.

 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إنما  التوبة على الله للذين يعملون السوء بجهالة ثم يتوبون من قريب فاولئك يتوب الله عليهم وكان الله عليما حكيما

Artinya sesungguhnya Taubat di sisi Allah hanyalah Taubat bagi orang-orang yang  mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan yang kemudian mereka bertaubat dengan segera maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya dan Allah Maha Mengetahui lagi maha bijaksana

 ayat di atas menjelaskan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima Taubat orang-orang yang meminta agar dosa diampuni olehnya tentu saja ayat di atas menjelaskan orang-orang yang bertaubat itu adalah orang yang melakukan kemaksiatan kepada Allah baik di sengaja ataupun tidak sengaja karena dalam keadaan jahil ketidaktahuan dalam melakukan hal tersebut setelah mengetahui bahwa perbuatan tersebut adalah larangan Allah maka dia bersegera tobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka pertobatannya Allah akan menerimanya.

 Allah maha pengasih lagi maha penyayang dan maha pengampun bagi hambanya Allah tidak akan memandang siapapun yang ingin meminta ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena sejatinya Allah telah memerintahkan kepada kita untuk selalu meminta ampun dari segala dosa-dosa baik yang terasa ataupun tidak terasa dilakukan di setiap hari, sebesar apapun dosa yang dilakukan oleh umat manusia seberapa banyak larangan Allah yang dilakukan oleh manusia tetapi Allah akan mengampuni semuanya itu dengan taubatan nasuha.

Agar taubat ini bisa diterima maka perlu diperhatikan oleh pembaca sebagai berikut:

  • meninggalkan kemaksiatan yang telah dilakukan
  • menyesali atas erbuatan yang telah dilakukan
  • bertekad untuk tidak kembali melakukan perbuatan yang telah dilakukan.

apabila syarat bertaubat kepada allah dari ketiga syarat diatas salah satunya tidak terlaksanakan maka taubatnya tidak tidak sah, ini berkaitan dengan sang pencipta, dan apanila berurusan dengan manusia maka ketiga syarat diatas masuk kedalamnya dan ditambah satu syarat agar taubat diterima allah dengan membebaskan atau menyelesaikan urusan dengan yang terdholimi dan saling memafkan.

Selama seseorang masih dalam keadaan bernyawa maka taubat tersebut dapat dilaksanakan, sesuai dengan penjelasan hadits:

إن الله يقبل توبة العبد ما لم يغر غر

Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hamba, selama (nyawa ) belum sampai di kerongkongan (H.R At- Tirmidzi).

Begitu pula Allah tidak akan menerima taubat seseorang dalam keadaan meniggal dunia sedangkan orang tersebut telah kufur kepada Allah SWT, Maka dalam sebuah yat dijelaskan 

Allah SWT berfirman:

وَلَيْسَتِ ٱلتَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ حَتَّىٰٓ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ إِنِّى تُبْتُ ٱلْـَٰٔنَ وَلَا ٱلَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

 

Arti: Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.

Ulama sufi membagi tingkatan orang bertaubat kepada Allah SWT,

orang yang bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat, ini disebut dengan taubatan nashuha. 

يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ، ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً، فَٱدْخُلِى فِى عِبَٰدِى، وَٱدْخُلِى جَنَّتِى

Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (Q.S. Al-Fajr [89]: 27-30)

orang bertaubat dengan meninggalkan dosa-dosa besar, tapi masinh sering melakukan kemaksiatan dan cepat menyadari dan kembali kepada Allah SWT

ٱلَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلْإِثْمِ وَٱلْفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌ فِى بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ

Arti: (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

orang bertaubat dan bertekad tidak akan mau mengulanginya lagi, tetapi pada kondisi tertentu tidak bisa menahan hawa nafsu  sehingga melakukan dosa lagi , tetapi setiap melakukan dosa dia bertaubat kembali.

وَءَاخَرُونَ ٱعۡتَرَفُواْ بِذُنُوبِهِمۡ خَلَطُواْ عَمَلًا صَٰلِحًا وَءَاخَرَ سَيِّئًا عَسَى ٱللَّهُ أَن يَتُوبَ عَلَيۡهِمۡ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan (ada pula) orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampuradukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

orang yang bertaubat, dan setelah berbuat dosa tidak ada rasa penyesalan dalam dirinya.

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Next Artikel Klik Here

Related posts