TEKNIK-TEKNIK PEMBELAJARAN LISTENING COMPREHENSION UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS TINGKAT DASAR

Abstrak

Listening Comprehension yang dimaknai sebagai pemahaman mendengarkan, menjadi salah satu keterampilan dasar berbahasa. Keterampilan berbahasa ini sebenarnya tidak dapat berdiri sendiri dari keterampilan berbahasa lainnya, seperti speaking, reading ataupun writing. Mendengarkan menjadi paling penting bagi permulaan seorang manusia belajar bahasa ibu, bahasa ke dua maupun bahasa asing, karena kegiatan komunikasi manusia 45% berupa mendengarkan. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris bagi pemula, beberapa teknik sederhana yang disesuaikan dengan usia muda dapat diterapkan. Pembelajaran listening yang dikemas dengan teknik tertentu akan sangat menarik bagi pelajar bahasa pemula.

 

Pendahuluan

Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing memerlukan kondisi yang kondusif. Kondisi siap belajar dapat diciptakan oleh pendidik dengan pemilihan strategi dan teknik yang tepat. Masing-masing skills yang akan diajarkan mempunyai karakteristik tertentu. Oleh karena itu penentuan teknik pembelajaran merupakan hal yang krusial.

Teknik pembelajaran digunakan untuk memudahkan penyampaian materi dan memuluskan jalan tercapainya tujuan pembelajaran. Pemilihan teknik berdasarkan pada karakteristik materi dan peserta didik. Pengenalan guru akan karakteristik peserta didik sangat penting agar pembelajaran berjalan sesuai suasana yang diinginkan mereka.

Listening comprehension sesuai dengan peserta didik yang mempunyai gaya belajar audio. Mereka mengandalkan pendengaran. Materi yang disampaikan dengan suara akan mereka tangkap dengan cepat. Yang menjadi permasalahan adalah di dalam rombongan belajar ada tipe belajar peserta yang berbeda. Hal ini akan menjadi hambatan dalam penyampaian maupun mencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu perlu solusi untuk semua kendala tersebut. Berikut teknik pembelajaran listening comprehension yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan di atas.

Teknik pembelajaran listening comprehension yang akan penulis bahas dapat dilaksanakan secara individu, kelompok, maupun klasikal. Semua tergantung pada jumlah rombongan belajar, durasi pembelajaran, dan karakterisktik materi maupun peserta didik.

 

Teknik Pembelajaran Listening Comprehension

Berikut beberapa teknik yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran pemahaman mendengarkan untuk mempertahankan ketertarikan dan interaksi aktif peserta didik, kondisi belajar yang terkontrol, dan mengacu pada tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

  1. Listen and Repeat (Dengarkan dan Tirukan)

Untuk menerapan teknik Listen and Repeat pertama guru menentukan tema. Teknik ini memungkinkan untuk mengajarkan semua materi karena siswa hanya menirukan. Tema kemudian dijabarkan dalam daftar kata atau kalimat. Hal ini tergantung pada yang akan diajarkan oleh guru. Sebagai contoh kita ambil tema vacation. Daftar kata yang akan ditirukan misalnya: Weekends, Camping, Trip, Resort, Sightseeing, Tourist, Summer, Itinerary. Sedangkan daftar kalimat sebagai berikut;

 

  • Let’s go camping
  • We did the trip in three hours
  • This picture was taken last summer

 

Setelah mempunyai daftar kata/kalimat, guru memberi perintah Listen and repeat. Kemudian kata/ kalimat dibaca satu-satu untuk ditirukan. Akan lebih menarik apabila disediakan tongue twister. Contohnya;

  • Camille can catch a cat and a rat at a corner of camping field.
  • Sally always says that she has saved a stray sheep at a busy street.
  • Danny and Donna are going downhill after they have done with their tuff day.

Kalimat ini pasti akan membuat beberapa anak keseleo lidah dan membuat mereka tertawa. Pembelajaranpun lebih meriah.

 

  1. Listen and Do (Dengarkan dan Lakukan)

Listen and do untuk mengajarkan action verbs dan giving direction. Teknik ini menuntut siswa untuk mendengarkan dan melakukan apa yang didengar. Pertama guru menentukan tema. Tema kemudian dijabarkan ke dalam kata atau kalimat. Sebagai contoh kita ambil tema action verbs. Daftar kata kerja yang dapat disajikan misalnya; clap hands, stand up, sit down, hop, walk, dan run. Sedangkan untuk giving direction misalnya, turn left, turn right, dan go straight.

Langkah selanjutnya meminta peserta didik melakukan apa yang diucapkan oleh guru. Ketika guru mengucapkan clap hands, siswa akan bertepuk tangan. Ketika guru mengucapkan stand up, peserta didik akan berdiri. Kegiatan akan berlanjut sampai daftar selesai diucapkan oleh guru.

 

  1. Listen and touch (Dengarkan dan Sentuhlah)

Teknik listen and touch dapat diterapkan dalam pembelajaran nouns, misalnya things in the classroom dan part of human body. Pertama guru menentukan tema, misalnya things in the classroom. Daftar kata yang dapat disajikan; table, chair, white board, desk, globe, ruler, book, pencil, etc. Setelah daftar kata tersedia, guru menyebutkan kata tersebut dan siswa menyentuk benda yang diucapkan oleh guru.

 

  1. Listen and show (Dengarkan dan Perlihatkan)

Teknik Listen and Show dapat diimplementasikan untuk pembelajaran materi yang lebih luas, misalnya; nouns, verbs, notice, dan giving direction. Setelah menentukan tema guru membuat daftar kosa kata atau daftar kalimat. Teknik ini juga membutuhkan waktu yang lebih banyak karena guru juga harus mempersiapkan benda, gambar, ataupun realia sebagai alat bantu.

Setelah semua persiapan selesai guru memulai pembelajaran. Guru mengucapkan kata/ kalimat sesuai daftar yang telah dipersiapkan. Siswa harus memilih dan memperlihatkan benda, gambar, atau realia yang disebutkan oleh guru ke seluruh kelas. Sebagai contoh untuk pembelajaran sport equipment kata-kata berikut dapat dijadikan contoh karena real things mudah dipersiapkan. Misalnya racket, ball, bat, shuttle cock, net, whistle, flag.

 

  1. Listen and Point (Dengarkan dan Tunjuklah)

Teknik ini cocok diimplementasikan untuk pembelajaran segala thematic items misalnya hobbies, dan parts of speech seperti nouns, verbs, dan adjectives dan short functional text seperti notice, invitation. Daftar kata atau kalimat yang akan diajarkan dibuat oleh guru terlebih dahulu berdasar tema. Setelah itu guru membuat alat bantu pembelajaran.

Teknik pembelajaran listen dan point memerlukan persiapan real things, pictures, atau realia yang bisa dihadirkan di dalam kelas. Alat bantu pembelajaran tersebut dapat diletakkan di atas meja. Apabila berupa gambar dapat ditempel di dinding ruang kelas. Setelah semua persiapan selesai, guru memberi instruksi cara bermain dengan teknik ini. Guru mengucapkan kata/kalimat sedangkan tugas siswa adalah menunjuk benda, realia, atau gambar yang diucapkan oleh guru. Baik dengan mendekat ataupun dari kejauhan. Teknik ini sangat cocok apabila guru hanya mampu menyediakan gambar.

 

  1. Listen and Arrange (Dengarkan dan Susunlah)

Teknik ini sesuai untuk pembelajaran alfabet, penyusunan kata-kata menjadi kalimat, dan genre-based texts (descriptive, narrative, recount, procedure text, dan report). Yang perlu disediakan oleh guru adalah potongan-potongan teks atau gambar bertema. Sebagai gambaran apabila guru akan memberikan materi generic structure dari teks recount misalnya, guru harus menyediakan potongan-potongan teks recount. Apabila guru akan menekankan pada series of events/ facts, guru mempersiapkan gambar yang harus diurutkan oleh siswa berdasar events/ facts yang guru sebutkan.

 

Penutup

 

Menyampaian pembelajaran keterampilan berbahasa Inggris sebenarnya sangat menarik apabila guru berkehendak mengembangkan teknik penyampaiannya. Dengan sedikit banyak usaha dan pemikiran dalam persiapan akan menentukan kelancaran proses dan tercapainya tujuan pembelajaran.

Berikan reward pada siswa yang paling aktif dan mendapat skor tertinggi. Reward dapat berupa verbal/ ucapan misalnya; Good, very good, good job, excellent, dan lain sebagainya maupun berupa emoji seperti tanda star, love, smile, atau hug. Hindari reward berupa uang karena anak akan menafsirkan bahwa belajar berarti materi. Apabila ingin memberi reward berupa benda, boleh-boleh saja berupa trivial things seperti coklat, permen, dan sejenisnya.

Jangan pernah memberi celaan pada siswa yang masih di bawah ekspetasi. Apabila hal ini dilakukan akan menurunkan minat belajar. Pemberian celaan, sindiran bertentangan dengan prinsip belajar. Karena hakikatnya belajar merupakan perubahan tingkah laku dari yang kurang baik menjadi baik, dari yang tidak berninat menjadi antusias.

 

Related posts