TILAWATI: CEPAT DAN LANCAR BACA AL QUR’AN [PART I]

Strategi Pengajaran Tilawati
TILAWATI. Dikutip dari laman: https://image.slidesharecdn.com/strategi-pengajaran-tilawati-1233213028399500-2/95/strategi-pengajaran-tilawati-1-728.jpg?cb=1233191601

Keterampilan membaca al-Qur’an atau lebih dikenal dengan istilah mengaji merupakan keterampilan penting pada fase awal guna memahami isi kandungan al-Qur’an. Mengaji juga memiliki keterkaitan erat dengan ibadah-ibadah ritual kaum muslim, seperti pelaksanaan shalat, haji dan kegiatan-kegiatan berdo’a lainnya. Pembelajaran al-Qur’an tentu harus dilakukan sejak dini. Harapannya mampu mendorong anak untuk ta’at menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Terdapat banyak penelitian tentang metode membaca al-quran. Dari penelitian tersebut menunjukan terdapat tujuh metode dalam pembelajaran al qur’an.[3] Salah satu metode yang dinilai dapat memecahkan permasalahan pengkondisian kelas ketika pembelajaran al qur’an yaitu metode tilawati. Dalam metode tilawati, guru harus mempunyai kreativitas mengajar menggunakan media pembelajaran seperti: alat peraga tilawati dan buku jilid tilawati besar. Penggunaan metode tilawati ini, bertujuan untuk mempermudah belajar murid dalam hal membaca serta mensolusikan dalam pengkondisian kelas untuk guru.

Read More

Metode tilawati menawarkan suatu sistem pembelajaran al-quran yang mudah, efektif dan efisien demi mencapai kualitas bacaan, pemahaman dan implementasi al-quran serta menyenangkan bagi pembelajarnya. Titik berat pembelajaran al-quran menggunakan metode tilawati tidak hanya pada murid melalui ujian akhir (munaqasyah) tapi juga pembinaan intensif terhadap guru selaku pengampu tilawati. Kemudian metode tilawati selain mengajarkan murid untuk membacakan al qur’an dengan menggunakan lagu/nada, guru juga mengenalkan huruf-huruf hijaiyyah. Hal ini penting untuk dilakukan karena sebelum memulai dengan huruf-huruf yang bersambung, anak terlebih dahulu dikenalkan dengan huruf-huruf yang terpisah sehingga murid tidak hanya mengetahui bacaan-bacaannya saja namun dapat mengetahui pula pelafalan huruf hijaiyah yang benar.

Secara lebih mendalam Dainuri melalui penelitiannya menjelaskan bahwa metode tilawati merupakan metode pembelajaran yang menggabungkan klasikal dan baca simak secara seimbang dengan pengertian kalisikal dan baca simak diatur waktu dan cara penerapannya disesuaikan kondisi kelas meliputi ruangan, jumlah murid dan kemampuan murid dalam satu kelas. Dengan cara seperti itu, santri akan lebih tertarik mengikuti proses pembelajaran.[4]

Metode Tilawati pertama kali disusun pada tahun 2002 oleh tim yang terdiri dari Drs. H. Hasan Sadzili, Drs H. Ali Muaffa dkk. Kemudian dikembangkan oleh Pesantren Virtual Nurul Falah Surabaya. Asumsi dasar pengembangan Metode Tilawati adalah untuk menjawab permasalahan yang berkembang di TK-TPA-TPQ terutama yang berkaitan dengan kompetensi, minat, dan hasil belajar santri setelah mengikuti pembelajaran al qur’an di TK/TPA/TPQ. Namun dalam perkembangannya metode Tilawati sudah mulai digunakan di berbagai sekolah formal dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA bahkan Perguruan Tinggi.

Lantas bagaimana teknis/pengaturan belajar membaca al qur’an dengan metode tilawati, simak selangkapnya di artikel bagian kedua dengan tema yang sama hanya di lughotuna.id.

 

 

Referensi:

[3] Penelitian Een Hujaemah mengklasifikasikan tujuh metode dalam pembelajaran al qur’an. Adapun metode yang dimaksud adalah  Metode Baghdadiyah, Metode An-Nahdhiyah, Metode Jibril, Metode Al-Barqy, Metode Iqro’, Metode Qiroati dan Metode Tilawati.

[4] Dainuri, Jurnal Problematika Pembelajaran Tilawati, hal. 169, diakses pada hari Selasa, 04 September 2018, pukul 16.02 dari laman http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/conference/index.php/aciece/aciece2

Related posts