Tradisi Moci Merekat Silaturahmi

tradisi moci
Tradsi Moci Merekat Silaturahmi
banner 468x60

Tradisi Moci merekat silaturahmi dicipta oleh warga Tegal yang  merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Tengah. Kota Tegal memiliki keindahan alam yang masih asri dan hawa yang sejuk, terutama pada daerah yang dekat dengan pegunungan. Hal ini menjadikan masyarakatnya memiliki kebiasaan moci sebagai penghangat tubuh dan perekat silaturahmi antar masyarakat.

Moci merupakan istilah yang hidup di masyarakat untuk menyatakan kegiatan minum teh dengan wadah poci. Teh poci sebenarnya tidak jauh berbeda dengan minuman teh lainnya, namun terdapat beberapa perbedaan yang tidak ada dalam penyajian teh biasa. Teh poci disajikan dalam wadah yang terbuat dari tanah liat semacam kendi berukuran kecil.

Selain itu, jika penyajian teh pada umumnya menggunakan gula pasir, maka dalam teh poci biasanya menggunakan gula batu sebagai penggantinya. Teh poci juga menggunakan teh tubruk yang berasal dari campuran daun teh hijau dan melati. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa teh yang legit, sepat, dan harum.

Teh poci biasanya hadir pada malam hari untuk menemani kegiatan santai sambil bertukar cerita dengan teman maupun sanak saudara. Biasanya, teh poci hadir bersama dengan  sepiring tempe mendoan hangat. Berjam-jam berbincang pun tak terasa lama karena memang suasana seperti ini tentu akan mengundang rindu saat di tanah rantau. Namun, siapa sangka bahwa hidangan sederhana ini mampu mempererat hubungan dan silaturahmi antar manusia.

Perintah untuk Menjalin Silaturahmi

Kita melihat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V mendefinisikan Silaturahmi sebagai tali persahabatan (persaudaraan). Sedangkan lansiran dari Gramedia.com Silaturahmi memiliki arti mempererat tali persahabatan yang sering dilakukan, terutama bagi umat Islam saat sedang melaksanakan hari raya Idul Fitri.

Silaturahmi adalah salah satu ajaran yang diperintahkan oleh Allah SWT. Sebuah hadis bahkan Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang menyambung tali silaturahim adalah orang yang beriman kepada hari akhir.

مَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أوْ لِيَصْمُتْ

(رواه البخاري)

Artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari)

Baca juga: Tradisi Msyarakat Muslim di Tatar Sunda (Tahlilan)

Perintah lain juga Allah Swt. sampaikan dalam firmannya QS. An-Nisa: 36

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

Artinya: “Dan sembahlah Allah Swt. dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah Swt. tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Surat An-Nisa ayat 36 ini menjelaskan tentang betapa pentingnya silaturahmi. Pada ayat ini, perintah silaturahmi berdampingan dengan perintah untuk bersujud kepada Allah SWT. Hal tersebut semakin menegaskan bahwa silaturahmi sangatlah penting untuk umat muslim.

Urgensi & Manfaat Silaturahmi

Tradisi Moci merekat silaturahmi selaras dengan pentingnya silaturahmi bagi umat muslim ini yang tentunya bukan tanpa alasan. Terdapat beberapa manfaat penting yang diperlukan manusia dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat.

1. Dapat melapangkan rezeki dan memperpanjang usia

Ada saatnya seseorang mengalami kesulitan dalam mencari rezeki. Mudah bagi Allah Swt. memberikan rezeki bagi hambanya bahkan dari arah yang tidak diduga-duga. Rasulullah saw. menyampaikan dalam sebuah hadis bahwa salah satu manfaat silaturahmi dalam islam adalah dapat melapangkan rezeki dan memperpanjang usia, “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah Ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim)

2. Dapat menghibur kerabat

Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dengan bersilaturahmi bisa menghibur dan membantu kerabat yang sedang kesulitan. Seperti yang Allah Swt. janjikan dalam QS. Ar-Rahman:60.

هَلْ جَزَآءُ الْاِحۡسَانِ اِلَّا الۡاِحۡسَانُ‌ۚ

“Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dengan bersilaturahmi bisa menghibur dan membantu kerabat yang sedang kesulitan.”

3. Dapat mendapat balasan berupa masuk surga

Tidak ada balasan lain yang lebih besar balasannya daripada surga. Menyambung tali silaturahmi bukan hanya sekadar urusan kita dengan kerabat, tetapi juga sebagai bentuk ikhtiar dan ketaatan atas apa yang Allah Swt. perintahkan.

Baca juga: Menyerap Makna Pesan Sunan Kalijaga

Berikut merupakan sebuah hadis yang menyampaikan bahwa balasan dari menyambung tali silaturahmi adalah surga, “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, salatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

About Post Author

Pos terkait