WORD MAPPING MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSA KATA SISWA DALAM  PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

Abstrak

Word mapping atau pemetaan kata menjadi salah satu solusi atas rendahnya penguasaan kosa kata bahasa Inggris siswa. Strategi bahasa ini tergolong sangat menarik dan melibatkan partisipasi aktif masing-masing siswa. Kerja kelompok diterapkan dalam word mapping. Brain storming di antara anggota kelompok kunci utama keberhasilan. Teknik penyampaian word mapping dibagi ke dalam enam tahap. Tiga tahap pertama dilakukan dalam kegiatan dan tiga tahap terakhir dilakukan sesudah kegiatan.

Kata kunci:

Representasi Visual, Contoh Area Isi, Hasil Kerja Kolaborasi, Presentasi, Belanja, Menggambar kata yang paling mengesankan.

 

  1. Pendahuluan

Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang dipergunakan dalam pergaulan global. Ini berarti sebagai bagian dari warga dunia bangsa Indonesia perlu menguasai bahasa Inggris agar sejajar dengan negara lain. Kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan menempatkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran bahasa asing pertama di Indonesia sangat tepat. Para pemerhati pendidikan menyambut positif akan hal ini. Berbagai lembaga pendidikan bahasa Inggris didirikan. Masyarakat pun sangat antusias merespons dengan mengikutkan para putra-putrinya belajar di kursus bahasa Inggris.

Namun di sisi lain, dalam mempelajari bahasa Inggris termasuk bahasa asing lainnya, pada kenyataannya, kita menemukan banyak kendala. Kendala pada umumnya tentang penguasaan kosa kata. Padahal semua keterampilan berbahasa, baik listening, speaking, reading, apalagi writing menuntut penguasaan kosa kata yang memadai.

Penguasaan kosa kata berperan penting dalam setiap kemampuan berbahasa. Kemampuan berbahasa Inggris, termasuk bahasa asing lainnya, dapat diukur dengan CEFR. CEFR diberlakukan dalam pengukuran keterampilan berbahasa, salah satunya adalah keterampilan berbahasa Inggris. Keterampilan bahasa Inggris seseorang, baik secara pasif maupun secara aktif, dapat diukur dengan standar ini.

CEFR (Common European Framework of Reference for Languages) merupakan standar internasional yang digunakan untuk menaksir kecakapan atau kemampuan berbahasa seseorang. Terdapat enam tingkatan dalam CEFR yaitu, A1 Beginner, A2 Elementary, B1 Intermediate, B2 Upper Intermediate, C1 Advanced, dan C2 Proficient.

Setiap level memerlukan penguasaan kosa kata dengan jumlah tertentu. Semakin meningkat level keterampilan berbahasa seseorang berarti semakin banyak akumulasi kosa kata yang dia miliki. Di sini sangat terasa pentingnya meningkatkan penguasaan kosa kata. Sebagai pendidik ataupun peserta didik dapat memilih strategi dan teknik kosa kata yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Teknik apa yang dapat diimplikasikan dalam meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Inggris?

  1. Pembahasan

Sangat sulit bagi seorang peserta didik bahasa untuk menguasai kosakata sebanyak kosa kata penutur asli. Menurut Webb, biasanya penutur asli mengenal 15.000 hingga 20.000 kosakata atau lemma dalam bahasa mereka. Lemma merupakan kata dasar dan semua infleksi. Sehingga yang perlu dipelajari adalah kosa kata yang paling sering dipergunakan dalam percakapan sehari-hari. Untuk dapat memahami setidaknya 75% percakapan normal diperlukan 800 hingga 1.000 lemma. Lemma sebanyak ini sudah memadai bagi pelajar bahasa asing.

Teknik pembelajaran kosa kata merupakan bagian penting dalam kelas bahasa Inggris. Teknik yang digunakan harus menarik. Kata-kata baru harus dikenalkan dengan cara yang memikat perhatian para siswa. Teknik menirukan yang berulang-ulang terasa perlu ditinjau lagi. Teknik yang kurang menarik akan membuat para siswa mudah melupakan apa yang telah dipelajari. Para pendidik harus lebih kreatif menemukan atau menerapkan teknik yang sesuai dengan kondisi para siswa.

Salah satu teknik yang dapat diimplikasikan adalah word mapping. Word mapping (pemetaan kata) merupakan strategi untuk membantu para pelajar dalam mempelajari kosa kata baru. Teknik penyampaian word mapping bervariasi. Ada 6 tahap dalam word mapping. Tiga tahap pertama dilakukan dalam kegiatan dan tiga tahap akhir sesudah kegiatan. Word mapping dapat diterapkan untuk mempelajari jenis-jenis kata, definisi, gambar, deskripsi, sinonim. antonim, bahkan hipernim dan hiponim.

  1. Visual Representations ( Representasi Visual)

Banyak jenis chart yang dapat digunakan. Kreativitas pembimbing atau guru berperan di sini. Chart dibuat semenarik mungkin. Bentuk-bentuk ruang seperti lingkaran, kotak oval, membantu dalam membuat visual.

Guru memberi satu chart. Chart bisa ditempel di papan tulis atau dibagikan dalam kelompok. Guru memberi penjelasan aturan main dan apa saja yang dapat dituangkan dalam chart. Strategi word mapping apabila diterapkan di dalam kelas menjadi menarik karena seperti permainan. Para siswa akan lebih aktif menyumbangkan ide/pendapat. Siswa berpikir kreatif dan menemukan sesuatu dengan usaha sendiri. Prinsip learning by doing dan discovery benar-benar berlaku di sini.

Apabila permainan word mapping dikerjakan berkelompok, maka setiap kelompok diberi tema yang berbeda namun dengan sub tema sama. Yang penulis maksud di sini adalah, misalnya apabila mengekplor hiponim, semua grup juga mengeksplor hiponim seputar tema yang diberikan.

. Berikut word mapping bertema transportation, sebagai contoh. Para siswa akan mengeksplorasi kata-kata yang berhubungan dengan transportasi. Penulis mengelompokkan dalam sub tema berupa hiponim (kata yang berada di dalam kelompok bawah suatu kata).

Guru memberi pertanyaan pancingan pada para siswa sekitar kinds of transportation. Kemudian akan diperoleh tiga jenis transportation, yaitu land transportation, water transportation, dan air transportation.

 

 

  1. Content Area Examples (Contoh Area Isi)

Pada tahap ini sub tema telah terisi. Para siswa diarahkan untuk brainstorming atau mereka menuliskan pemikiran mereka pada visual representation. Spidol/ pensil berwarna lebih baik digunakan dalam tahap ini.

Dalam setiap sub tema digunakan pensil warna yang berbeda. Hal ini akan berpengaruh pada tampilan hasil kerja. Terlebih lagi siswa muda pada umumnya senang akan warna. Sesuatu yang warna-warni tentu saja menarik bagi mereka. Hal ini meningkatkan daya ingat mereka pada sesuatu yang telah dipelajari.

  1. Collaboration Work Result (Hasil Kerja Kolaborasi)

Setelah pekerjaan selesai, hasilnya seperti gambar di bawah ini. Dengan menggunakan word mapping para siswa mempunyai peta kata yang tersimpan dalam memori mereka. Mereka memiliki pola berpikir sistematis. Sesuatu yang terorganisir lebih mudah untuk diungkapkan kembali.

.

  1. Presentation (Presentasi)

Pada tahap ini pengajar memberi waktu kepada setiap kelompok kerja untuk menampilkan hasil kerja di depan kelas. Setiap kelompok diwakili oleh salah satu anggotanya menjelaskan hasil kerjanya kepada seluruh rombongan belajar. Anggota lain diperbolehkan memberi tanggapan atas presenstasi yang telah berlangsung. Anggota kelompok yang sedang melaksanakan presentasi mencatat tanggapan dari kelompok lain.

  1. Sopping (Belanja)

Hasil kerja para siswa dipajang di pada dinding kelas. Kemudian guru memberi waktu kepada mereka untuk mencermati dan mencatat beberapa informasi dari yang terpampang. Setiap kelompok kerja diberi kesempatan mengamati dan menemukan informasi baru atas hasil kerja kelompok lain. Dengan demikian dalam satu kegiatan setiap kelompok berbelanja informasi hasil galian kelompok lain.

  1. Drawing The Most Impression word (Menggambar kata yang paling mengesankan)

Pada tahap terakhir ini bisa dikatakan sebagai kegiatan individu dan kegiatan paling menarik. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pada sesi ini semua anggota diperkenankan bekerja mandiri. Mereka menggambarkan kata yang paling berkesan untuk diri mereka masing-masing. Mereka bebas menuangkan imajinasi mereka tentang kata yang telah mereka pelajari dan yang paling mengesankan.

Tidak ada batasan bagi setiap individu. Masing-masing menggambar dengan teknik yang mereka suka. Mereka boleh menggunakan berbagai warna. Tidak ada penilaian bagus atau jelek atas gambar mereka. Hal yang terpenting pada tahap ini adalah kesenangan.

Kegiatan pada dasarnya akan menghasilkan hal positif ketika dilaksanakan dengan cara yang fun dan tidak membosankan. Demikian juga dengan penutup suatu kegiatan. Penutup kegiatan yang mengesankan akan membentuk pikiran para pelajar menantikan pelajaran berikutnya dengan sangat antusias. Pelajaran dengan tema yang berbeda tidak akan mengurangi partisipasi pelajar dalam kelas yang kita ampu.

 

  1. Penutup

Mengajar kosa-kata memerlukan kreatifitas para pengajar. Pelajaran yang disampaikan dengan cara yang biasa saja akan segera dilupakan oleh para siswa. Oleh karena itu dalam mengajar kosa kata harus menggunakan strategi dan teknik yang sesuai dengan kondisi para siswa. Tingkatkan keterlibatan para siswa. Salah satunya dengan menggunakan word mapping. Belajar sambil bermain merupakan cara jitu yang dapat diterapkan.

 

  1. Daftar Pustaka

EF Education First 2020. Kenali 6 Tingkat Kemampuan Bahasa Inggris. Kamu yang Mana? https://www.ef.co.id/englishfirst/kids/blog/kenali-6-tingkat-kemampuan-bahasa-inggris-kamu-yang-mana-/ (Diakses Tanggal 5 Januari 2022)

BPK Penabur, Seberapa Banyak Kata yang Harus Dikuasai untuk Bisa Bicara Bahasa Asing? https://bpkpenabur.or.id/news/blog/seberapa-banyak-kata-yang-harus-dikuasai-untuk-bisa-bicara-bahasa-asing (Diakses Tanggal 5 Januari 2022)

https://www.cambridge.org/elt/resources/appliedlinguistics/vocabulary/TeachingVocabularyMcCartenInner.pdf (Diakses Tanggal 5 Januari 2022)

What is a Word Map? https://spedellreadingstrategies.weebly.com/word-map.html (Diakses Tanggal 5 Januari 2022)

Monica L. Harris, Jean B. Schumaker, and Donald D. Deshler The Word Mapping Strategy Edge Enterprises, 2008 (Diakses Tanggal 5 Januari 2022)

 

Related posts