Wow… Binatang Sekecil Semut Bisa Membuat Nabi Sulaiman AS Tersenyum, Kok Bisa?

Kemampuan Nabi Sulaiman AS Yang Diberikan Oleh Allah SWT

Setiap Nabi utusan Allah pasti memiliki kelebihan masing-masing yang Allah berikan. Nabi Sulaiman AS memiliki beberapa kemampuan yang diberikan Allah seperti yang dijelaskan dalam Surah Shad ayat 36-37 bahwa Allah telah menganugrahkan beliau dengan bisa menundukkan angin yang berhembus, membuat seluruh setan tunduk dan patuh kepadanya dan bahwan Nabi Sulaiman AS diberikan kekuasaan oleh Allah untuk menghukum setan-setan yang melanggar.

Nabi Sulaiman AS memiliki kedudukan sebagai Raja yang memiliki wilayah yang sangat luas, rakyatnya tidak meliputi manusia saja, tetapi juga termasuk jin, hewan yang tunduk kepadanya. Sehingga Allah memberikan mukjizat yang sangat besar kepadanya berupa pemahaman terhadap bahasa hewan. Bahkan dengan kemampuannya itu bisa membuat para hewan patuh dan tunduk terhadap perintahnya. Hal ini sudah jelas telah disebutkan Allah dalam firmannya yang terdapat dalam Al-Qur’an.

Kisah Nabi Sulaiman AS Dengan Segerombolan Semut Yang Ingin Melintasi Jalan

Pada suatu ketika Nabi Sulaiman AS beserta pasukannya yang sangat banyak meliputi manusia, jin, burung yang hendak melakukan parade kesuatu tempat. Ditengah perjalanan, ada segerombolan semut yang ingin menyebrangi jalan. Pada saat itu, para pasukan semut juga mengetahui ada segerombolan pasukan yang hendak melewati jalan yang akan ia lintasi sehingga komandan semut pun mengajak pasukannya untuk bersembunyi disebuah lubang-lubang supaya tidak terinjak oleh rombongan dari Nabi Sulaiman AS.

Karena kemampuan yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman tersebut, ia pun mengetahui pembicaraan para semut tersebut. Dan Nabi Sulaiman pun mengerahkan para pasukannya untuk berhenti sejenak. Para pasukannya pun kaget dan kebingungan saat Nabi Sulaiman AS memberhentikannya dengan tiba-tiba karena pada saat itu tidak ada yang melihat segerombolan semut yang sedang lewat kecuali Nabi Sulaiman AS.

Lalu Nabi Sulaimanpun berkata “Berhentilah sejenak, kita memberi jalan untuk makhluk yang berlindung kepada Allah Ta’ala.” Karena pasukan Nabi Sulaiman AS masih terlihat kebingungn, maka ia pun berkata lagi “Sehasta didepan kita ada segerombolan semut, mereka sedang mencari perlindungan agar tidak terlindas oleh kuda-kuda kita”

Sehingga pada saat itulah Allah mengabadikan kisah ini didalam Al-Qur’an yang terdapat dalam Surah An-Naml ayat 18-19 sebagai berikut:

Hingga ketika sampai dilembah semut, ratu semut berkata “wahai para semut, masuklah kedalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan juga bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya” Dia (Sulaiman) tersenyum seraya tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Dia berdo’a, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang engkau ridai. (Aku memohon) pula masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Dari kutipan ayat diatas jelas bahwa semut telah membuat Nabi Sulaiman AS tersenyum pada saat mendengarkan perataan semut beserta rombongannya yang takut akan terinjak oleh pasukan Sulaiman. Pada saat itu, senyuman Nabi Sulaiman AS adalah senyum sebagai rasa bahagia dan bersyukur kepada Allah atas kemampuan yang diberikan oleh-Nya sehingga ia bisa memahami dan berkomunikasi dengan hewan yang berukuran kecil sekalipun.

Dari kisah Nabi Sulaiman dan semut tersebut maka dapat kita ambil hikmahnya yaitu kita sebagai makhluk Allah tidak boleh semena-mena dengan ciptaanya sekalipun itu makhluk yang kecil seperti semut kita tetap harus menghargainya. Cara menghargainya bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti tidak mengganggu rumahnya atau tidak membunuh semut yang tidak bersalah. Walaupun kita sebagai manusia biasa yang tidak memiliki kelebihan seperti yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman, tetapi kita tetap harus bersyukur atas nikmat-nikmat lain yang telah Allah berikan kepada setiap hamba-hambanya.

Dari beberapa kisah yang telah disebutkan bahwasannya didalam Al-Qur’an sangat banyak sekali kisah-kisah yang memuat pengajaran dan pelajaran yang telah diabadikan oleh Allah. Tujuannya yaitu supaya hamba-hamba-Nya senantiasa merenungi akan kebesaran Allah, sehingga mereka tidak menyombongkan diri terhadap apa yang ia miliki. Karna apa yang mereka miliki selama hidup didunia hanyalah titipan dari Allah dan kekuasaan itu tidak sebanding dengan kekuasaan yang Allah berikan kepada seluruh makhluk-makhluk ciptaannya.

Related posts